Kemenlu Siap Promosikan Kaltim ke Eropa Tengah

Kemenlu Siap Promosikan Kaltim ke Eropa Tengah

 

SAMARINDA - Kaltim menjadi salah satu provinsi yang diyakini mampu mendukung target kerja pemerintah untuk mencapai peningkatan nilai perdagangan ekspor pada 2019 mencapai 300 persen. Karena itu, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) akan membantu para pelaku usaha dan industri di Kaltim untuk memasarkan produk-produk unggulan daerah ini ke sejumlah negara di kawasan Eropa Timur dan Tengah.

"Kaltim memiliki potensi besar dan berbagai komoditi unggulan yang  sesuai  permintaan negara-negara Eropa Timur dan Tengah. Kami akan bantu pelaku usaha dan industri Kaltim untuk masuk ke sana dan menjalin hubungan bisnis dengan buyer (pembeli) di negara-negara tujuan ekspor," kata Kasubdit Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Direktorat Eropa Tengah dan Timur Kemenlu saat melakukan audensi dengan Kepala Disperindagkop dan UMKM Kaltim Ichwansyah yang juga dihadiri para pelaku usaha dan eksportir asal Kaltim, di Disperindagkop dan UMKM Kaltim, Selasa (14/4).

Dukungan Kemenlu bagi para pelaku usaha dan industri di Kaltim akan diwujudkan dalam bentuk fasilitasi untuk mengikuti sejumlah pameran yang sudah menjadi agenda penting negara-negara Eropa Tengah dan Timur. Selain itu, dalam misi-misi dagang yang akan mereka laksanakan, produk-produk unggulan Kaltim juga akan lebih banyak ditampilkan.

Sinyal positif yang disambut baik para pelaku bisnis Kaltim adalah terkait kesediaan jajaran Kemenlu untuk menghubungkan mereka dengan para pembeli langsung di negara-negara tujuan ekspor yang telah menyampaikan secara jelas produk-produk yang mereka inginkan dari Indonesia.

"Dari pada dijual melalui broker atau pengepul, maka akan lebih baik jika produk itu diolah sendiri dan langsung kita ekspor k negara tujuan. Nilai tambahnya akan dirasakan langsung oleh pelaku usaha di Kaltim," tegas Robertus Irawan.

Dijelaskan, negara-negara Eropa Tengah dan Timur seperti Rusia, Kroasia, Bulgaria, Kazakhtan, Ceko, Belarusia dan lainnya umumnya masih sangat menginginkan kerjasama dalam bisnis batubara, CPO, kakao, karet, lada, kayu, perikanan dan hasil-hasil laut lainnya.

Informasi itu diketahui setelah negara-negara tersebut menyampaikan kepada perwakilan Kemenlu di berbagai negara Eropa Tengah dan Timur tentang berbagai produk yang mereka inginkan dari Indonesia tersebut. "Belum tentu pelaku usaha tahu apa permintaan negara-negara Eropa Timur dan Tengah itu. Ini peluang yang harus kita ambil," kata Robertus Irawan.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop dan UMKM Kaltim Ichwansyah menguraikan berbagai potensi yang tersimpan di Bumi Etam. Mulai dari berbagai potensi pertambangan dan usul Gubernur Awang Faroek agar ada kebijakan pemerintah pusat untuk menguatkan kebijakan terkait pembangunan powerplant mulut tambang, yakni pembangunan pembangkit listrik di perusahaan-perusahaan tambang skala besar. Gagasan ini sekaligus untuk mengatasi persoalan listrik yang masih terjadi di Kaltim justru sebagai daerah penghasil migas dan batu bara.

Ichwansyah juga menjelaskan pembangunan kawasan industri Maloy untuk pengolahan produk turunan sawit, karet dan komoditas lainnya. "Kami sudah bangun pelabuhan laut dan tangki timbun CPO. Kawasan ini akan terus berkembang di masa depan dan ekspor Kaltim salah satunya akan kita dorong dari kawasan Maloy," ujar Ichwansyah. (sul/es/hmsprov)

Berita Terkait