Kemenpar Bantu Promosi Pariwisata Kaltim

Arief : Transformasi Kaltim Sudah Benar

SAMARINDA – Kementerian Kepariwisataan (Kemenpar) sangat mendukung berbagai even dan kegiatan kepariwisataan Kaltim. Meskipun tahun 2015 sisa beberapa bulan lagi, namun Kaltim mendapat suntikan dana sebesar Rp5 miliar dan pada 2016 dibantu lagi Rp15 miliar.

“Agar pariwisata di Kaltim lebih dikenal di seluruh Indonesia, Kemenpar mendukung promosi pariwisata sebesar Rp5 miliar dan ini hanya untuk beberapa bulan ke depan tahun ini. Silakan digunakan,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya saat membuka Festival Borneo 2015 di Halaman Parkir GOR Stadion Madya Sempaja Samarinda, Rabu (2/9).

Ia mengungkapkan melalui dukungan dana Kemenpar itu maka even-even kepariwisataan Kaltim dapat dikenal dan ditonton masyarakat Indonesia di televisi nasional. Bahkan Menpar menjanjikan untuk 2016 dukungan dana akan ditingkatkan mencapai Rp15 miliar.

Arief mengharapkan anggaran yang Kemenpar berikan itu mampu mendukung dan mengangkat serta mengoptimalkan kegiatan dan promosi kepariwisataan Kaltim, terutama dalam upaya mengangkat potensi dan even pariwisata daerah.

Menurut dia, kebudayaan ini mampu meningkatkan kepariwisataan dan budaya itu sangat mempengaruhi ke pariwisata. Sementara pariwisata itu merupakan sektor unggulan karena sektor ini paling mudah untuk mencari devisa.

Dijelaskan Arief bahwa pariwisata penyumbang devisa terbesar keempat setelah minyak dan gas bumi, batubara dan kelapa sawit. Namun, tiga sektor itu mengalami penurunan hanya sektor pariwisata yang naik sehingga pariwisata ditetapkan sebagai sektor unggulan.

“Jadi saya garis-bawahi bahwa sudah benar Kaltim mentrasformasikan dirinya dari pengelolaan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui menjadi dapat diperbarui yaitu pariwisata. Pembangunan jalan dan bandara saya sangat setuju, terutama dalam mendukung akses sektor pariwisata Kaltim,” ungkap Arief Yahya.

Sementara itu Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak mengemukakan Kaltim memiliki berbagai potensi dan keunggulan seni budaya serta sektor kepariwisataan termasuk potensi wisata ecotoursme atau wisata keindahan alam.

“Sepuluh kabupaten dan kota yang kami miliki semuanya memiliki berbagai keunggulan yang berpotensi seni budaya dan keindahan alam dalam mendukung pengembangan dan pembangunan kepariwisataan nasional,” ujar Awang Faroek Ishak.

Gubernur menambahkan berbagai even seni dan budaya digelar dalam upaya memperkenalkan potensi wisata Kaltim termasuk even Festival Borneo yang menjadi even tahunan tetap festival seni budaya selueuh daerah di Kalimantan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Awang Faroek Ishak mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan penuh pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dengan memberikan bantuan dana bagi pengembangan promosi pariwisata Kaltim.

Festival Borneo 2015 dilaksanakan selama enam hari sejak 1-6 September di kawasan Kompelk Stadion Madya Sempaja Samarinda dan diikuti seluruh provinsi di Kalimantan serta kabupaten/kota se-Kaltim dengan jumlah peserta sebanyak 1.095 orang.(yans/adv)

///FESTIVAL BORNEO. Menteri Pariwisata RI Arief Yahya (kiri) dan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak (kedua dari kiri) bersama para Kepala Dinas Pariwisata se-Kalimantan menabuh gendang rebana menandai pembukaan Festival Borneo 2015. (fadjar/humasprov kaltim)

 

 

Berita Terkait