Kemiskinan Katim, Optimis Tinggal 5 Persen

Gubernur Awang Faroek Ishak menyerahkan bantuan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Akhir tahun ini, kemiskinan diyakini akan terus berkurang tinggal hanya 5 persen. (syaiful/humasprov)

 

SAMARINDA - Senin pagi yang cerah. Apel pagi di Gubernuran tak seperti biasanya. Bukan hanya pegawai, anggota Karang Taruna, Pekerja Sosial Masyarakat, Taruna Tanggap Bencana (Tagana), anak-anak panti asuhan dan anggota lembaga-lembaga sosial hingga tenaga kesejahteraan sosial kecamatan ikut bergabung menjadi peserta apel.  Dengan wajah sumringah, Gubernur Awang Faroek Ishak memimpin apel. Rupanya, orang nomor satu Kaltim itu sedang ingin memberikan semangat kepada para kader pegiat sosial dalam apel bertajuk "Gelar Sosial Pengentasan Kemiskinan". 

 

"Saya bangga dengan kalian. Bangga karena Kaltim masih memiliki kader-kader penggerak sosial seperti kalian. Lanjutkan kerja sosial ini dengan ketulusan dan keikhlasan. Saya yakin, kalian akan menemukan berjuta kebahagiaan dari sana," kata Awang Faroek memberi motivasi.

 

Gelar Sosial Pengentasan Kemiskinan juga memaparkan sejumlah program pro rakyat yang dilaksanakan untuk membantu warga miskin dan kurang mampu. Program yang dipaparkan merupakan kolaborasi antara program pusat dan daerah. Jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kaltim tahun ini sebanyak 120.523 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sedangkan nominalnya berjumlah Rp296,2 miliar. Bantuan terdiri dari bantuan Kementerian Sosial untuk Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 69.839 KPM sebesar Rp131,9 miliar dan Program Beras Sejahtera (Rastra) sebanyak 120.253 KPM dengan nilai Rp159 miliar lebih. Ditambah Bantuan Sosial Dekonsentrasi Dinas Sosial Kaltim senilai Rp5,1 miliar. Selain itu juga ada bantuan Kelompok Usaha Bersama (Kube) Fakir Miskin.

 

Selain bantuan-bantuan tersebut, pemprov kata Faroek juga memberikan bantuan pembinaan untuk pemberdayaan lembaga kesejahteraan sosial se-Kalimantan Timur, melakukan pembinaan kepada Karang Taruna, Pekerja Sosial Masyarakat, Lembaga Kesejahteraan Sosial, Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Sosial Masyarakat, Lembaga Kesejahteraan Sosial, Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga, Taruna Siaga Bencana dan lain-lainnya.

 

Perhatian serius juga diberikan pemprov dengan menyediakan 5 panti asuhan untuk menyantuni para penyandang masalah kesejahteraan keluarga. Selain itu juga ada bantuan untuk para usia lanjut (lansia) terlantar, anak/balita terlantar dan bantuan  peralatan sosial bagi anak yang termarginalkan.

 

Untuk Program Keluarga Harapan, para penerima manfaatnya adalah ibu hamil, menyusui, dan anak sekolah. Penyaluran bantuan dilakukan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Untuk menghindari kemungkinan terjadinya kebocoran dan pengli, maka penyaluran bantuan dilakukan  melalui transfer bank. "Secara umum saya melihat program bantuan sosial kita tepat sasaran. Melalui program pembangunan yang tepat, ke depan, saya ingin rakyat Kaltim semuanya sejahtera," ucap Faroek.  

 

Sedangkan untuk KPM non sejahtera mendapat bantuan berupa beras sejahtera 10 kg/bulan yang disalurkan melalui Bulog. Total penerima KPM Rastra 120.523 keluarga dengan nilai Rp159 miliar lebih. Meski secara umum penyaluran bantuan sosial berjalan baik,  namun ke depan Faroek berharap jumlah penerima bantuan akan terus bisa dikurangi menjadi semakin sedikit. Itu akan menjadi tanda bahwa program pembangunan telah menemukan tujuan yang benar untuk mensejahterakan rakyatnya. 

 

Saat ini, angka kemiskinan Kaltim tercatat 6,1%. Lebih baik  dari rata-rata angka kemiskinan nasional yang sebesar 10%. "Insyaallah di akhir kepemimpinan saya, kemiskinan akan turun hingga 5%, sesuai target awal saya memimpin Kaltim," yakin Faroek.

 

Keyakinannya sangat tinggi, karena sepanjang hampir 10 tahun kepemimpinannya, Faroek telah menyiapkan pondasi ekonomi Kaltim masa panjang bertema transformasi menuju kekuatan ekonomi berbasis sumber daya alam terbarukan dengan pengembangan berbagai kawasan industri. Berbagai infrastruktur jalan, jembatan, pelabuhan internasional dan bandara sudah dilakukan, lengkap dengan investasi jangka panjang melalui Beasiswa Kaltim Cemerlang untuk membangun Kaltim seutuhnya. (*/sul/humasprov)

Berita Terkait