Kepala BKPM: Awang Faroek Piawai Menjual Potensi Kaltim

Jaminan Keamanan dan Kepastian Hukum
 

JAKARTA – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dikenal sebagai sosok pemimpin daerah yang mampu membawa Kaltim meraih berbagai keberhasilan pembangunan dengan sejumlah prestasi dan pengakuan baik secara nasional maupun internasional.

Namun tidak hanya itu, sosok Awang Faroek juga dikenal sebagai gubernur yang piawai mempromosikan potensi Kaltim untuk menarik minat investor untuk berinvestasi di Kaltim.

Terbukti dari banyaknya minat investor baik dalam maupun luar negeri yang berinvestasi di Kaltim dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Teranyar adalah masuknya investor China untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) diBulungan dengan kapasitas 6.080 MW (megawatt). Bahkan untuk pembangunan tahap pertama dengan kapasitas 600 MW ground breaking sudah dilakukan akhir pekan lalu.

Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Siregar, yang turut hadir pada ground breaking tersebut menilai investasi tersebut sangat luar biasa. Karena, investor luar berani menanamkan modal yang sangat besar.

Hal ini, menurut dia, tidak lepas dari peran Gubernur Awang Faroek yang mampu "menjual" potensi daerah dan memberikan jaminan kemudahan pelayanan, keamanan dan kepastian hukum.

"Jika gubernur 33 provinsi lainnya bisa seperti Pak Awang Faroek, kerja BKPM tentu menjadi lebih mudah dan pastinya investasi akan terus meningkat di Indonesia," kata Mahendra ketika menjadi pembicara pada seminar Indonesia Investasi Forum 3, di Hall Cendrawasih JICC, Selasa (21/1).

Menanggapi hal itu, Gubernur Awang Faroek Ishak mengungkapkan alasannya tidak lain adalah keterbatasan dana pemerintah untuk pembangunan di berbagai bidang. Untuk itu, dirinya berusaha memanfaatkan dengan baik peluang-peluang kerjasama dengan swasta maupun BUMN untuk pembangunan di daerah.

Beberapa pembangunan infrastruktur yang merupakan kerjasama Pemprov dengan swasta atau BUMN diantaranya pembangunan pelabuhan peti kemas Kariangau di Balikpapan yang bekerjasama dengan PT Pelindo. Kemudian yang teranyar adalah kerjasama Pemprov dengan PT Persada Investama (Panin Group) untuk pembangunan sisi udara Bandara Samarinda Baru (BSB) dan sudah dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama.

"Kita tidak bisa hanya mengandalkan dana pemerintah untuk percepatan pembangunan infrastruktur di Kaltim. Semua peluang yang ada harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Baik itu datangnya dari luar negeri maupun dalam negeri. Suasana dan iklim investasi yang kondusif menjadi keunggulan kita, didukung dengan pelayanan untuk pengurusan perijinan yang mudah dan cepat," urainya. (her/hmsprov).

////FOTO :  Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak (dua dari kanan) saat tampil sebagai pembicara bersama sejumlah nara sumber lainnya pada Seminar Indonesia Investasi Forum 3.(heru/humasprov kaltim)

Berita Terkait