Kerjasama Pendidikan dengan Tatarstan

Kerjasama Pendidikan dengan Tatarstan

 

SAMARINDA - Selain kunjungan ke perusahaan Energi Nuklir Rusia Rosatom, Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak juga melakukan pertemuan dengan Ketua Parlemen Republik of Tatarstan pada 16 September 2015. Rombongan delegasi Kaltim diterima Ketua Parlemen Republik of Tatarstan Farid Muhametshin dan beberapa pejabat dari Republik of Tatarstan.

Sedangkan Gubernur Awang Faroek didampingi Plt Sekda Rusmadi, Asisten Ekonomi dan Pembangunan M Sa’bani, Asisten Kesejahteraan Rakyat Bere Ali dan para Kepala SKPD terkait, yakni Kadis Perhubungan Zairin Zain, Kadis PU M Taufik Fauzi, Kadistamben Amrullah, Sekretaris Dinas Pendidikan Dayang Budiati, Kepala Dinas Perkebunan Etnawati, Kepala Dinas Kehutanan Hairil Anwar, Direktur RSUD AWS Rachim Dinata Marsidi, Direktur Rumah Sakit Tarakan, Kepala Biro Kerjasama Setprov Kaltim Tri Murti Rahayu dan Staf Khusus Gubernur Prof Zein Heflin Princes serta Presiden Director of PT Kereta Api Borneo yang juga merupakan advisor to the president of Russian Railways Denis Muratov.  

Pertemuan tersebut membicarakan tentang rencana kerjasama pembangunan rel kereta api. Gubernur menjelaskan bahwa pembangunan kereta api ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Kaltim untuk menjamin terwujudnya konektivitas antar daerah.

Apalagi, pembangunan kereta api tersebut mendapatkan respon baik dari Pemerintah Pusat, bahwa rel kereta api khusus yang akan dibangun tidak hanya diperuntukan untuk pengangkutan batubara.

Karena itu, pusat akan mengubah regulasi tersebut melalui keputusan Menteri Perhubungan tentang istilah kereta api khusus batubara menjadi kereta api khusus untuk angkutan sumber daya alam atau multi purpose.

Perubahan ini diharapkan dapat mengubah fungsi angkutan kereta api digunakan secara multi purpose diantaranya mengangkut crude palm oil (CPO) dari daerah-daerah perkebunan, hutan tanaman industri, hasil perkebunan karet, coklat dan juga sumber daya alam lainnya dan juga akhirnya dapat mengangkut penumpang dari daerah pedalaman baik di Kutai Barat, Kutai Kertanegara, Paser, PPU dan Balikpapan.

“Kami berharap keputusan tersebut dapat disinkronkan dengan rencana pemerintah dalam pembangunan rel kereta api di Pulau Kalimantan mulai dari Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim dan Kaltara,” jelasnya.

Dari penjelasan gubernur, Ketua Parlemen mengharapkan proyek kerjasama ini dapat berjalan dengan baik. Bahkan Gubernur Awang Faroek memastikan rencana groundbreaking pembangunan rel kereta api dan proyek-proyek lainnya akan mulai dibangun di kawasan industri Kariangau dan Buluminung akan dilakukan pada 17 November 2015.

Bersama dengan itu juga akan dilakukan groundbreaking berbagai proyek kerjasama lainnya, yakni pembuatan kapal patroli bersayap bawah air dengan kecepatan tinggi untuk digunakan penjaga pantai dalam rangka menangkap nelayan illegal. Teknologi untuk upgraded brown coal dengan tujuan untuk meningkatkan kalori batu bara basah dan batu bara kalori rendah yang bisa digunakan untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga uap dari batu bara. Pabrik olesin untuk bahan baku plastik. Pembuatan pipa plastik (petrokimia) hingga produksi peralatan hilir CPO (biomassa).

“Hal lain yang disepakati bersama dengan Pemerintah Tatarstan adalah kerjasama di bidang pendidikan dengan pertukaran mahasiswa dari Kaltim dengan Republik of Tatarstan. Bahkan saya meminta Wakil Rektor IV Bohari Yusuf untuk menyiapkan mahasiswa atau dosen untuk  pertukaran mahasiswa ini,” jelasnya. (jay/sul/hmsprov)

Berita Terkait