Kesadaran Berbahasa Indonesia Harus Kian Membaik


SAMARINDA - Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa yang kokoh haruslah dikembangkan, dipertahankan, dijaga dan dikawal selamanya. Begitu juga dengan sastra yang merupakan bagian dari pengembangan bahasa juga harus dipertahankan dan ditingkatkan dengan baik.
Hal itu disampaikan Plh Kepala Dinas Pendidik Kaltim Sudirman yang mewakili Gubernur Kaltim, Dr H  Awang Faroek Ishak memberikan arahan pada Seminar Literasi Nasional sekaligus pengukuhan Forum Bahasa Media Massa (FBMM) Kaltim dan Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (Hiski) Kaltim, Selasa (26/4) di Kantor Gubernur Kaltim.
Sudirman menyampaikan bahwa bahasa dan sastra Indonesia merupakan aset yang bernilai tinggi. Namun Bangsa Indonesia bisa runtuh dan hancur jika tidak bahasa dan sastra Indonesia tidak dipelihara, dijaga dan tidak dikembangkan dengan rasa tanggung jawab yang penuh.
"Ini harus menjadi perhatian bersama agar bangsa Indonesia tidak runtuh dan hancur. Karena itu,  semacam ini haruslah didukung penuh," katanya.
Mengenai adanya kegiatan seminar Literasi Nasional, Sudirman menyampaikan bahwa seminar tersebut sangat penting sebagai wujud kecintaan bersama untuk mempertahankan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan mengembangkannya agar lebih maju melalui bidang kesusastraan.
"Melalui seminar, kesadaran berbahasa Indonesia dan menciptakan karya sastra Indonesia akan semakin tumbuh dan berkembang dengan baik. Jadi, kini saatnya kita bangkit dengan bahasa dan sastra bangsa Indonesia agar dimasa depan nanti akan semakin maju dan modern," katanya.
Sudirman berpesan bahwa media massa memiliki peran sangat penting dalam penyampaian suatu informasi agar terus bisa menjaga bahasa Indonesia dengan bahasa yang edukatif, kreatif dan inovatif.
"Mari kita gunakan bahasa yang baik dan benar. Karena bahasa sebagai sarana berkomunikasi ini memegang peran yang sangat penting dalam kehidupan umat manusia," katanya. (rus/sul/es/humasprov

Berita Terkait