Kalimantan Timur
Kesehatan Merupakan Faktor Utama Membentuk SDM Berkualitas

BALIKPAPAN - Pembangunan bidang kesehatan tidak boleh diabaikan, karena kesehatan merupakan sarana mutlak untuk meningkatkan produktifitas dan merupakan pra syarat utama dalam pembentukan sumber daya manusia (SDM) berkualitas.

”Pembangunan sektor kesehatan akan berimbas pada terbentuknya masyarakat Kaltim sebagai insan yang andal, mandiri dan mampu bertahan di tengah persaingan global,” kata Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak saat pertemuan Menteri Kesehatan dengan Gubernjur, Bupati/Walikota, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah serta jajaran Dinas  Kesehatan se-Kaltim di Balikpapan, Rabu (16/1).

Komitmen ini lanjut Awang, sejalan dengan visi pembangunan bidang kesehatan Kaltim yakni kesehatan untuk semua menuju terwujudnya derajat kesehatan masyarakat Kaltim  terbaik diluar Jawa danBali.

Maka upaya pemerintah  daerah untuk mencapai  meningkatnya akses pelayanan kesehatan komprehensif yang bermutu dan mudah diperoleh masyarakat serta tercapainya sasaran milleniun development goals (MDGs) diatas rata-rata nasional.

Selain itu, Kaltim saat ini terus mewujudkan empat pilar pembangunan kesehatan, yakni peningkatan akses dan pemerataan kesehatan yang bermutu, terjangkau, dan berkeadilan serta mengembangkan sumber daya kesehatan berupa sarana, tenaga dan pembiayaan yang memadai dan berkesinambungan.

Terutama mendorong dan menggerakkan pemberdayaan masyarakat untuk hidup sehat dan membangun kemitraan dengan stakeholder. Termasuk memantapkan manajemen kesehatan yang dinamis dan akuntabel.

Akses  dan  mutu pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi seluruh masyarakat secara merata dan berkeadilan dilakukan peningkatan akses pelayanan kesehatan  dengan pengembangan Puskesmas Perawatan, Rumah Sakit Bergerak (Flying Health Care).

”Pemprov telah melakukan revitalisasi pelayanan Puskesmas dengan mengembalikan fungsi awal keberadaannya sebagai Puskesmas yang selalu siap melayani 24 jam dan ditargetkan hingga 2013  seluruh kecamatan  telah memiliki Puskesmas 24 jam. Saat ini dari 224 Puskesmas sebanyak 122 diantaranya telah menjadi Puskesmas 24 jam,” jelas Awang.

Selain itu, Pemprov terus berusaha meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit dengan pemenuhan sarana prasarana dan tenaga. Salah satunya RSUD Abdul Wahab Sjahranie dalam proses peningkatan dari kelas B pendidikan menjadi kelas A, agar bisa menjadi pusat rujukan di wilayah Kaltim dan sekitarnya.

            Saat ini terdapat 49 Rumah Sakit diantaranya 3 Ru-mah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi yang sudah terakreditasi 16 pelayanan, 1 Rumah Sakit Jiwa Atma Husada Samarinda dan 14 RSUD kabupaten/kota yang semua telah terkareditasi bahkan beberapa diantaranya telah mendapatkan Sertifikasi ISO.

Terpenuhinya kecukupan kebutuhan obat, alat keseha-tan dan tenaga kesehatan di seluruh pelayanan kesehatan sesuai standar. Dalam pemenuhan tenaga kesehatan terutama di daerah dilakukan penempatan dokter dan bidan PTT.

 ”Kami memberikan kesempatan kepada putra putri daerah untuk mengikuti pendidikan tenaga kesehatan dengan beasiswa penuh melalui program Kaltim Cemerlang. Pada tahun 2009 melalui program ini diberikan beasiswa penuh kepada 407 orang untuk mengikuti pendidikan Diploma III Kesehatan dan hampir seluruhnya telah lulus dan diserahkan ke kabupaten/kota,” ungkapnya.

Selain  itu diberikan bantuan beasiswa untuk 380 mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kaltim sebesar Rp2,4 juta/mahasiswa/tahun. Beasiswa stimulan untuk 2.370 mahasiswa Diploma III Kesehatan total dana Rp5,688 miliar. Bantuan beasiswa untuk 635 mahasiswa pendidikan kedokteran total dana Rp5,8 miliar.

Bantuan beasiswa  untuk lima mahasiswa S1 Farmasi total dana Rp80 juta dan bantuan beasiswa bagi lima mahasiswa S2 Kesehatan total dana Rp150 juta serta bantuan beasiswa untuk 10 mahasiswa Pendidikan Dokter Spesialis total dana Rp600 juta dan bantuan beasiswa untuk enam mahasiswa Pendidikan S3 Kesehatan total dana Rp300 juta.

Diakuinya, hingga kini Pemprov Kaltim masih kekurangan tenaga dokter. Karena itu, untuk pengadaan tenaga kesehatan khususnya dokter Pemprov Kaltim dukungan yang besar kepada Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman agar mampu mencetak dokter yang memiliki kualifikasi yang bertaraf Nasional bahkan Internasional.

            ”Saat ini FK Unmul bekerja sama dengan RS A. Wahab Sjahranie telah mampu menyelenggarakan Program Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Umum memasuki tahun kedua, Untuk Fakultas Kedokteran telah meluluskan 222 orang dokter, bahkan semuanya telah lulus Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) diantaranya merupakan lulusan tertinggi di Indonesia,” ujarnya.

Ditamabahkannya, pemenuhan tenaga dokter maka sejak September 2012 melalui Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) telah ditempatkan sebanyak 139 orang dokter di rumah sakit dan Puskesmas di tujuh kabupaten/kota.

Dalam pertemuan Menkes nafsiah Mboi dengan jajaran kesehatan Kaltim dilakukan Deklarasi pernyataan dukungan penerapan Kawasan Sehat Tanpa Rokok 100 Persen oleh Gubernur diikutiseluruh pemangku kepentingan di Kaltim.

Pada kunjungan kerjanya ke Kaltim, Menkes didampingi  Direktur Jenderal Bina Gizi  dan KIA Dr Slamet Riyadi dan Direktur Bina Upaya Rujukan dr Chairul. Hadir Walikota Balikpapan H Rizal Effendi dan Walikota Tarakan Udin Hianggio serta para direktur RSUD di Kaltim.(yans/hmsprov)

Foto : Gubernur Dr H Awang Faroek Ishak mematahkan duplikat sebatang rokok sebagai bentuk dukungan dan ajakan agar melakukan pola hidup sehat bagi warga Kaltim, salah satunya dengan tidak merokok.(masdiansyah/humasprov kaltim)

Berita Terkait