Kesejahteraan Masyarakat Diharapkan Meningkat

Pemancangan Pembangunan Pasar Tradisional Manoor Bulant

MANOOR BULANT - Kepala Disperindagkop dan UMKM Kaltim HM Djailani berharap melalui pembangunan pasar tradisional di Kutai Barat, terutama di Kecamatan Mook Manoor Bulant, kesejahteraan rakyat dapat meningkat. Karena, setelah adanya pembangunan tersebut, maka akan ada pusat pertemuan antara penjual dan pembeli di daerah ini.

Kehadiran pasar tersebut nantinya diharapkan bisa mengangkat pertumbuhan  ekonomi masyarakat Manoor Bulant dan sekitarnya. Sebab, penjual dan pembeli termasuk petani dan nelayan bisa bertemu di pasar tersebut.

“Jadi, secara otomatis roda ekonomi masyarakat setempat bisa bergerak lebih cepat. Perputaran uang pun akan meningkat,” kata Djailani usai pemancangan patok pembangunan Pasar Tradisional Kecamatan Mook Manoor Bulant bersamaan dengan peresmian pembangunan pasar tradisional Tering dan Long Iram, serta pembukaan pelatihan kewirausahaan tentang pembuatan gula semut aren dan 10 pelatihan kewirausahaan di Kutai Barat di Gedung Bulutangkis Mook Manoor Bulant Kutai Barat, Kamis (6/3).

Pembangunan tersebut juga tidak lain bagian dari program 100 hari kerja Gubernur Kaltim dan Wagub Kaltim. Pembangunan lebih difokuskan pada wilayah pesisir Mahakam yang tertinggal dan terpencil. Terutama yang belum memiliki pasar permanen.

"Karena itu, Pemprov Kaltim berkomitmen untuk mendorong pembangunan pasar tradisional tersebut. Kami yang membangun, namun sebelumnya pembebasan lahan menjadi beban pemerintah daerah setempat,” jelasnya.

Sementara itu, pelatihan kewirausahaan tentang pembuatan gula semut aren di Kecamatan Mook Manoor Bulant diikuti 60 peserta. Tujuan pelatihan tersebut untuk meningkatkan keterampilan masyarakat setempat agar mampu meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pembuatan gula aren yang diolah menjadi gula semut.

Menurut dia, guna mendukung program 100 hari Gubernur dan Wagub Kaltim, maka tahun ini ada 10 pelatihan yang dilakukan di Kubar sesuai dengan potensi dari sumber daya yang dimiliki masing-masing kecamatan.

“Saya yakin melalui pelatihan tersebut, masyarakat Manoor Bulant dapat dibina dengan baik, sehingga mampu mandiri dalam melaksanakan usaha yang dijalani. Selanjutnya, setelah pelatihan ini, masyarakat akan selalu dibina, sehingga usaha yang dilakukan masyarakat dapat berjalan dengan baik dan mampu meningkatkan penghasilan sehari-hari,” jelas Djailani.

Sementara itu, Sekkab Kutai Barat Aminuddin mengatakan sangat berterima kasih atas dukungan yang dilakukan Pemprov Kaltim melalui Disperindagkop dan UMKM Kaltim berupa pembangunan pasar tradisional dan pelatihan kewirausahaan yang dilaksanakan di lima kecamatan. 

“Dengan adanya dukungan tersebut, maka Pemkab Kutai Barat juga secara konsisten turut mendukung program yang dilakukan Pemprov Kaltim, dengan cara menyiapkan lahan untuk pembangunan pasar. Apalagi ini merupakan program 100 hari kerja Gubernur dan Wagub Kaltim,” jelasnya.

Menurut dia, ke depan seiring dengan pembangunan pasar tersebut, maka Pemkab Kubar akan menginventarisir masyarakat yang siap berdagang. Sehingga, Pemkab juga dapat mendorong masyarakat agar bisa memanfaatkan pasar tersebut.

Selain itu, terkait pelatihan kewirausahaan di Kutai Barat yang diprogramkan Pemprov Kaltim, Pemkab Kubar juga sangat mengapresiasi. Karena, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat, terutama di wilayah pesisir dan tertinggal, sehingga ada kesempatan dan peluang bagi masyarakat untuk membangun usaha yang produktif ke depan sesuai potensi dan ketersediaan sumber daya bahan baku lokal yang ada di daerah.

“Selama ini masih banyak sumber daya lokal yang belum dimanfaatkan secara maksimal keberadaannya. Karena itu, saya berharap masyarakat di masing-masing kecamatan di Kutai Barat dapat memanfaatkan pelatihan yang dilakukan Pemprov Kaltim, sehingga ke depan dapat tercipta wirausaha baru yang andal di Kutai Barat,” tegas Aminuddin. (jay/sul/hmsprov)

Sekkab Kutai Barat Aminuddin disaksikan Kepala Disperindagkop dan UMKM Kaltim HM Djailani saat mengalungkan id card peserta pelatihan kewirausahaan tentang pembuatan gula semut aren di daerah tersebut, Kamis (6/3). (jaya/humasprov kaltim).

Berita Terkait