Ketahanan Nasional Tanggungjawab Seluruh Komponen Bangsa

Ketahanan Nasional Tanggungjawab Seluruh Komponen Bangsa

 

SAMARINDA - Gubenur Kaltim Dr H Awang  Faroek Ishak  menegaskan, katahanan Nasional merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa. Ketahanan nasional harus selalu diselenggarakan dan disiapkan secara  dini dalam rangka melindungi seluruh kepentingan bangsa. 

"Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa, yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan mengandung kemampuan mengembangkann kekuatan nasional dalam mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik dalam maupun luar negeri," papar Awang Froek Ishak dalam dialog kebangsaan dengan tema "Ancaman Infiltrasi Gerakan Radikal Internasional Terhadap Keutuhan Bangsa", yang diselenggarakan di Lamin Etam Samarinda, Sabtu (21/2).

Awang mengatakan, di tengah perkembangan situasi nasional dewasa ini, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang dari waktu ke waktu terus mengalami perubahan dengan cepat, sangat berpengaruh kepada pola kehidupan masyarakat secara menyeluruh. Kondisi ini tidak saja  memiliki dampak positif, tetapi kadang timbul menjurus ke arah yang negatif.

"Karena itu, para pemimpin, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat serta stakeholders lainnya memiliki peran penting dalam menciptakan kondisi yang dinamis dan kondusif, sehingga berbagai tindakan yang menyimpang di tengah-tengah kehidupan masyarakat dapat dimanimalisir," katanya.

Awang menambahkan, akibat belum pulihnya kondisi perekonomian bangsa saat ini, sangat dirasakan dampaknya oleh sebagian masyarakat, sehingga tidak sedikit masyarakat memilih jalan pintas dengan melanggar norma-norma hukum yang berlaku demi memenuhi tuntutan kebutuhan hidup mereka. Partisipasi dan peran serta seluruh masyarakat saat ini maupun di masa yang akan datang sangat diperlukan demi memperbaiki pranata sosial sebagaimana yang telah diwariskan oleh generasi pendahulu.

"Sehingga permasalahan yang timbul dan segala krisis yang terjadi dapat segera pulih dan kondisi keamanan tetap terpelihara dangan baik," ujarnya.

Menurut Awang, pentingnya kebijakan dan langkah-langkah  yang komprehensif untuk mendorong semakin kuatnya budaya kerukunan, keharmonisan dan keutuhan bangsa sekaligus meminimalisir berbagai faktor pemicu  konflik. Pemerintah memang tidak bisa terlalu jauh masuk dan  mengendalikan totalitas terhadap hubungan antar  umat beragama, tetapi juga tidak boleh melakukan pembiaran dan acuh tak acuh.

"Seluruh golongan masyarakat, lebih khusus umat serta tokoh masyarakat harus terus mengambil prakarsa agar terjadi relasi diantara masyarakat yang semakin dewasa, rukun dan damai," kata Awang Faroek.

Acara juga dihadiri Plt Sekprov Kaltim,  para Asisten, kepala dinas/badan, serta kepala biro di lingkungan Setprov Kaltim.  Hadir pula Rektor Unmul, Rektor UNU,  ketua,  pembina  dan anggota  AFI Institut,  Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT), Tim Terpadu Penanganan Gangguan Keamanan serta perwakilan organisasi masyarakat.  Nara sumber yang dihadirkan,  KH As'ad Said  Ali (Wakil Ketua PBNU) dan KH Mansyur Malik. (mar/sul/hmsprov) 

 

Foto : Gubernur Awang Faroek Ishak dalam Dialog Kebangsaan yang digelar di Lamin Etam. (johan/humasprov)

 

Berita Terkait
Government Public Relation