Ketenagakerjaan di Kaltim Kian Membaik

SAMARINDA-Kondisi ketenagakerjaan di Kaltim pada Februari 2013 menunjukan adanya perbaikan yang digambarkan dengan peningkatan jumlah angkatan kerja maupun jumlah penduduk yang telah mendapatkan pekerjaan serta menurunnya tingkat pengangguran. Jumlah angkatan kerja pada Februari 2013 mencapai 1.889.428 orang atau bertambah sebanyak 112.047 orang jika dibanding keadaan enam bulan sebelumnya (Agustus 2012). 

Demikian dijelaskan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, H Johny  Anwar saat rilis  kondisi ketenagakerjaandi Kaltim pada bulan Februari 2013, di Samarinda, Rabu (7/5).

Sementara itu, jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2013 mencapai 1.721.816 orang atau bertambah sebanyak 102.698 orang jika dibanding bulan Agustus 2012 yang berjumlah 1.619.118 orang.

“Kaltim yang sedang membangun di segala sektor sangat memberikan peluang pekerjaan bagi para pencari kerja. Apalagi sektor pertanian dalam arti luas sangat membutuhkan tenaga kerja dengan pendidikan dan keahlian rendah,” ujarnya.

Ini tergambar dari jumlah penduduk yang bekerja pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) masih mendominasi yaitu sebanyak 579.779 orang atau 33,67 persen.  Sedangkan penduduk yang berpendidikan Sekolah Menengah Pertama sebanyak 279.237 (16,22 %), Sekolah Menengah Atas sebanyak 363.491 orang (21,11 %) dan sekolah kejuruan sebanyak 247.164 orang (14,35 %).

Sementara yang berpendidikan diploma sebanyak 68.815 orang atau 4 persen serta pendidikan jenjang sarjana sebanyak 183.330 orang atau sebesar 10,65 persen. Jika dilihat dari jenis pekerjaan yang tersedia,  sebagian besar penduduk Kaltim bekerja pada sektor tersier yang meliputi sektor perdagangan, transportasi, keuangan, dan jasa yaitu sebanyak 890.074 orang atau 51,69 persen.

Sektor primer yang meliputi sektor pertanian, pertambangan dan penggalian sebanyak 615.941 orang atau 35,77 persen dan sektor sekunder yang meliputi sektor industri, listrik, gas, dan air minum sebanyak 215.801 orang atau 12,53 persen.

“Inilah struktur ketenagakerjaan di Kaltim pada awal tahun 2013. Kita berharap pembangunan terus berjalan dengan lancar sehingga penyerapan tenaga kerja dan penurunan pengangguran dapat terus ditekan, walaupun migrasi tenaga kerja dari provinsi lain terus berdatangan,” ujarnya. (yul/hmsprov)

Berita Terkait