Ketersediaan Air Kendala Pertanian Pangan

 

SAMARINDA – Pengembangan kegiatan pertanian tanaman pangan Kaltim masih mengalami kendala diantaranya ketersediaan air terhadap lahan-lahan pertanian.

“Tantangan itu merupakan peluang dan peluang itu menjadi program dalam kegiatan-kegiatan. Masalah kita sekarang adalah ketersediaan air untuk lahan-lahan pertanian Kaltim,” kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kaltim H Ibrahim, Jumat (23/9).

Menurut dia, pemerintah sudah memiliki target-target dalam pencapaian swasembada pangan khususnya padi, jagung dan kedelai yang harus disukseskan.

Demikian Kaltim sudah menetapkan program dan kegiatan termasuk beberapa kawasan sebagai sentra pengembangan pertanian tanaman pangan.

Pasca penetapan kawasan Tanjung Buka di Bulungan yang saat ini sudah masuk wilayah Kalimantan Utara sebagai kawasan pengembangan rice dan food estate.

Maka, Kaltim sudah memiliki 50 kecamatan yang tersebar di sepuluh kabupaten dan kota sebagai sentra pengembangan kawasan tanaman pangan baik padi, jagung maupun kedelai.

Namun lanjutnya, kegiatan pertanian tanaman pangan sulit tercapai apabila ketersediaan air di kawasan-kawasan tersebut tidak segera diatasi.

Karenanya, Pemprov Kaltim melalui Distan didukung dana APBN terus melakukan pembangunan sarana dan prasarana untuk distribusi air bagi lahan-lahan pertanian.

Selain membangun bendungan dan embung untuk memastikan ketersediaan air secara berkesinambungan terhadap lahan-lahan tersebut.

Juga, membangun system pengairan dengan pola pompanisasi yang disalurkan melalui system pipanisasi untuk kawasan-kawasan pertanian yang tidak terjangkau saluran irigasi.

“Kita selain membangun sarana dan prasarana untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan-lahan pertanian potensial. Juga, memberikan bantuan peralatan berupa alat mesin pertanian (alsintan) kepada petani. Baik alsintan mulai dari tanam hingga memanen padi,” jelas Ibrahim.(yans/humasprov)

Berita Terkait