Ketua BPK : Terbaik dan Terbesar

Pemantauan BSM di Kaltim

BALIKPAPAN – Ketua Badan Pengawas Keuangan (BPK) Prof Rizal Jalil mengakui pemantauan penyaluran Bantuan Siswa Miskin (BSM) di Kaltim merupakan yang terbaik  dan terbesar dari seluruh Indonesia.

Menurut dia, terbaik dan terbesar dalam hal ini dilihat dari aspek pengelolaannya, kehadiran para kepala daerah dan jajaran pejabatnya serta kehadiran (jumlah) para siswa yang akan menerima BSM yang merupakan bantuan sosial (Bansos) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Pak Gubernur Awang Faroek Ishak sudah menjlaskan kepada saya terhadap komitmen pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Kaltim dan kami sangat menghargai upaya itu sehingga menjadi prioritas,” kata Rizal Jalil pada Pemantauan Atas Penyaluran BSM bagi siswa di Kaltim di Dome Balikpapan Convention Center, Jumat (21/2).

Program penyeluran BSM harus tepat waktu penyalurannya dan tepat sasaran bagi penerimanya benar-benar siswa yang tidak mampu segi ekonomi untuk melanjutkan pendidikan, sedangkan tepat cara adalah pola penyalurannya melalui lembaga perbankan yang terpercaya.

Terhadap  penyeluran BSM yang masih muncul di daerah baik kabuapten maupun kota hendaknya para kepala daerah baik Bupati maupun Walikota untuk terus meningkatkan komunikasi dan koordinasinya dengan Pemprov khususnya Gubernur.

 Pemerintah pusat sangat mengapresiasi atas upaya dan bantuan serta dukungan Gubernur Kaltim untuk memfasilitasi terhadap persoalan yang muncul di kabupaten dan kota, terutama berkaitan dengan penilaian dan evaluasi pengelolaan keuangan di daerah.

Diakuinya, BPK sengaja memilih pemantauan  penyaluran BSM diutamakan di Kaltim karena daerah ini merupakan salah satu provinsi yang memiliki dana pendidikan terbesar di Indonesia.

Selain itu, berbagai program bantuan biaya pendidikan diberikan, diantaranya bantuan stimulant dan beasiswa bagi pelajar, mahasiswa bahkan tenaga pengajar (guru) melalui insentif dan sertifikasi.

 “Para kepala daerah baik Bupati dan Walikota hendaknya mencontoh serta mendukung atas upaya-upaya yang dilakukan Gubernur dalam memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi para pelajar dan mahasiswa serta guru, sehingga Kaltim ini akan menjadi salah satu daerah yang memiliki daya saing tinggi dengan kualitas SDM yang tinggi”  ujar Rizal.

Ditambahkan, penyaluran BSM merupakan Bansos yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang paling akuntabel (dipertanggungjawabkan). Hal ini hendaknya menjadi acuan terhadap bansos-bansos yang disalurkan berbagai instansi.

Sementara itu Gubernur Kaltim Dr H  Awang Faroek Ishak mengakui Pemprov terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas SDM melalui sektor pendidikan dengan didukungbiaya pendidikan dari program stimulant dan beasiswa.

“Kami telah memprogramkan dari 30.000 penerima beasiswa setiap tahunnya ditingkatkan menjadi 50.000 orang melalui program Beasiswa Kaltim Cemerlang. Sehingga dalam lima tahun kedepan kami akan memiliki 250.000 orang yang berkualitas dan berdaya saing,” ungkap Awang Faroek Ishak.

Acara pemantauan atas penyeluran BSM  dihadiri  Dirjen Pendidikan Menengah Kemendikbud Ahmad Djajuli dan Dirjen Pendidikan Dasar Hamid Muhammad Kasdi serta Plt Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie dan Bupati/Walikota se-Kaltim dan Kaltara.(yans/hmsprov)

//foto. KOMITMEN GUBERNUR. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak (kedua dari kiri) bersama siswa penerima BSM. Ketua Badan Pengawas Keuangan (BPK) Prof Rizal Jalil (keempat dari kiri).(masdiansyah/humasprov kaltim).

Berita Terkait
Government Public Relation