Kinerja Awang-Farid Dapat Pujian

 Kunjungan 18 Duta Besar dan Negara Sahabat ke Kaltim

 

BALIKPAPAN - Direktur Jendral (Dirjen) Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri AM Fachir memuji kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak dan Wagub Farid Wadjdy. Empat tahun kepemimpinan kedua pemimpin daerah ini, banyak memberikan kemajuan daerah. Pembangunan dan pemanfaatan sumber daya alam dilakukan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.  

“Kedua pemimpin daerah ini menunjukkan komitmen sangat kuat untuk membangun daerah dan dampak positif pembangunan sudah tentu telah dinikmati masyarakat. Beliau berdua juga sangat taktis saat harus mengatasi persoalan-persoalan yang terjadi di daerah,” kata Fachir usai pertemuan Gubernur Kaltim bersama 18 Duta Besar dan Negara Sahabat di Balikpapan, Sabtu malam (26/1).       

Menurut dia, terpenting dari program yang dilaksanakan Gubernur Awang Faroek dan Wagub Farid Wadjdy adalah bagaimana melakukan kerjasama yang baik terhadap seluruh investor yang berada di masing-masing negara sahabat, diantaranya Brunei Darussalam, Korea Selatan dan Jepang.

Dengan Korea Selatan misalnya, kerjasama coba dibangun untuk pembangunan infrastruktur.  “Kami berharap rencana-rencana kerjasama dengan negara sahabat ini bisa terus dilanjutkan,” jelasnya.

Pendukung utama ketertarikan para investor dari negara sahabat itu, lanjut Awang, tentu saja karena stabilitas keamanan Kaltim yang sangat baik. Gubernur Awang Faroek menjamin setiap investor akan mendapat jaminan keamanan saat berinvestasi di Kaltim. Stabilitas keamanan yang baik merupakan prasyarat demi sukses kerjasama antara investor dengan pemerintah daerah.

“Selain potensi Kaltim yang menggiurkan, stabilitas keamanan di Kaltim ini saya pikir ini juga menjadi daya tarik investasi. Mudah-mudahan stabilitas keamanan daerah bisa selalu kita pertahankan,” tegas Awang. 

Sementara itu, Duta Besar Brunei Darussalam Dato Paduka Mahmud Saidin mengatakan, apa yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat meresmikan proyek-proyek MP3EI (Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia ) di Kaltim sangat benar, bahwa Kaltim bukan lagi The Sleeping Giant (raksasa tidur).

“Saya melihat Kaltim terus melakukan perubahan dan terus membangun. Ini menunjukkan bahwa pembangunan di daerah ini patut didukung semua pihak dan kami siap  melakukan kerjasama dengan Kaltim,” jelasnya.

Duta besar dan perwakilan negara sahabat yang hadir, antara lain Mahmoud Farazandeh dari Iran, David Taylir New Zaeland, Heinzedmun Walker dari Switzerland, S Tuinausori Cavuilati dari Fiji, Nguyen Xuan Thuy dari Vietnam, Kim Young Sun Korea Selatan dan Javier Augusto Sanz De Urquiza dari Argentina.

Hadir juga pada pertemuan tersebut, Asisten II Setprov Kaltim M Sa’bani, Kepala BPPMD Kaltim HM Yadi Sabianoor, Kepala Bappeda Kaltim Rusmadi serta Kepala Biro Humas dan Protokol Setprov Kaltim S Adiyat.(jay/hmsprov).

Foto : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak memberikan cendramata kepada Duta Besar Brunei Darussalam Dato Paduka Mahmud Saidin.(jaya/humasprov kaltim)

Berita Terkait