Kinerja Tenaga Kesehatan Pengaruhi Pelayanan Masyarakat

Kinerja Tenaga Kesehatan Pengaruhi Pelayanan Masyarakat

SAMARINDA – Kinerja tenaga kesehatan di lingkungan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) hingga rumah sakit sangat berpengaruh terhadap kualitas pelayanan yang kepada masyarakat.

 “Alhamdulillah, sacara fisik infrastruktur di lapangan, terutama di lingkungan Puskesmas 24 Jam sudah bagus, diharapkan dengan sarana memadai dapat dibarengi dengan peningkatan kinerja yang lebih baik, dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kaltim Hj Halda Arsyad pada Seminar Hasil Penelitian Evaluasi Kinerja Tenaga Kesehatan Dalam Rangka Peningkatan Kesehatan di Kaltim, di Aula Balitbangda, Selasa (22/4).

Pelayanan kesehatan, merupakan salah satu hak mendasar masyarakat yang wajib dilaksanakan pemerintah. Meski begitu, sampai saat ini pemerintah masih terus berupaya memberikan layanan prima, melalui peningkatkan kualitas pelayanan.

Menurut dia, rendahnya kualitas pelayanan kesehatan dapat dikarenakan banyak hal, antara lain jumlah tenaga medis sangat terbatas, peralatan kurang memadai maupun akibat kinerja tenaga kesehatan.

“Dengan kondisi tersebut sebagian penduduk terutama yang tinggal daerah terpencil masih belum memanfaatkan Puskesmas secara maksimal karena keterbatasan sarana transportasi dan kendala geografis,” jelasnya.

Balitbangda Kaltim telah melakukan penelitian pada empat kabupaten/kota di Kaltim, yakni di Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara dan Kutai Barat dengan 420 responden yang menjadi sampel penelitian tersebut.

Penelitian tersebut dilakukan di Puskesmas dan Dinas Kesehatan kabupaten/kota yang ditetapkan, antara lain yang menjadi sasaran adalah pasien Puskesmas di poli umum dan poli dewasa, termasuk masyarakat di lingkungan Puskesmas.

”Dari penelitian yang dilakukan, sebagian besar pasien maupun masyarakat di lingkungan Puskesmas menyatakan puas terhadap pelayanan yang diberikan petugas kesehatan. Termasuk, tenaga kesehatan telah melaksanakan Tupoksi dengan baik. Meski begitu, kami menyarankan, masing-masing Puskesmas dapat meningkatkan kinerja seluruh karyawan, sehingga operasional Puskesmas bisa dilaksanakan walaupun tenaga kesehatan masih kurang,” jelasnya.

Selain itu, sesuai hasil penelitian, Balitbangda menyarankan kabupaten/kota dapat meningkatkan frekuensi program kegiatan yang mengarah pada pencegahan penyakit, sesuai dengan permasalahan di wilayah tersebut. Bila upaya pencegahan efektif, biaya pengobatan bisa diminimalisir, sehingga manfaatnya lebih besar dirasakan masyarakat.

Kemudian, diharapkan kabupaten/kota yang menjadi sasaran penelitian dapat melakukan kajian lebih lanjut mengenai kebutuhan tenaga kesehatan untuk pelayanan di Puskesmas. Karena masih banyak ditemukan adanya rangkap tugas oleh petugas kesehatan tersebut. (jay/es/hmsprov).

////FOTO : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menyapa sejumlah warga yang berobat ke RSUD A Wahab Sjahranie. Pemprov Kaltim terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang merupakan salah satu kebutuhan dasar.(dok/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation