KKDN Sespimti Polri Dikreg ke-26 Kunjungi Kaltim

 

KKDN Sespimti Polri Dikreg ke-26 Kunjungi Kaltim

 

SAMARINDA - Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setprov Kaltim  Ir H Ichwansyah  mengatakan kunjungan peserta Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Pendidikan Reguler (Dikreg) ke-26 mengunjungi Kaltim nantinya dapat diperoleh  informasi dan pengetahuan  yang bermakna terkait berbagai program pembangunan yang dilaksanakan di Kaltim.

 

"Kita harapkan kuliah ini bisa memberikan  informasi terkait penataan kembali pembangunan dan pemanfaatan sumber daya alam (SDA), khususnya di sektor pertambangan dan kehutanan, pasca UU  Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah," kata Ichwansyah mewakili Gubernur Kaltim saat menerima kunjungan peserta kuliah KKDN Sespimti Polri Dikreg ke-26 yang digelar di Ruang Serbaguna Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (1/8).

 

Dikatakan, Kaltim memiliki SDA yang cukup besar yang selama ini sudah dimanfaatkan dan menjadi penyimbang devisa terbesar bagi negara, utamanya minyak dan gas bumi, pertambangan batu bara dan hasil-hasil hutan lainnya. "Otonomi daerah memberikan ruang gerak yang semakin lebar bagi daerah dalam mengelola SDA yang dimiliki, namun seiring dengan dikeluarkannya UU No 32 Tahun 2014, ternyata banyak membawa dampak di daerah terkait  pendapatan asli daerah dan dana bagi hasil  yang diterima oleh provinsi dan kabupaten/kota," kata Ihcwansyah.

 

Sementara pimpinan rombongan KKDN Sespimti Polri Dikreg ke-26, Irjen Pol Drs Sigit Sudarmanto didampingi Brigjen Pol Drs Slamet Raharjo mengatakan peserta KKDN Sespimti Polri Dikreg ke-26 semuanya berjumlah 61 peserta dan jumlah tersebut di bagi pada enam wilayah yaitu Provinsi Sumut, Sumsel, Kalsel, Jatim, Bali dan Kaltim (10 peserta).

 

KKDN Sespimti merupakan hal yang diwajibkan kepada peserta yang mengikuti pendidikan selama 6 bulan. Dan setelah  selesai  mengikuti KKDN nantinya peserta akan melanjutkan kuliah kerja luar negeri (KKLN) dengan negara tujuan adalah negara China. "Khususnya untuk  mendalami  pengelolan managemen pembangunan di Kaltim yang merupakan salah satu  provinsi yang ada di Indonesia yang sangat potensial dalam menyongsong ekonomi global termasuk upaya-upaya dalam mengatasinya dengan berbagai pembangunan infrastruktur  yang sedang dan telah dilakukan seperti pembangunan jalan tol, pembangunan bandara dan pelabuhan," papar Sigit.  (mar/sul/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation