KK/JKK Sosek Malindo Bahas 7 Kertas Kerja

BALIKPAPAN – Sebanyak tujuh Kertas Kerja dibahas dalam Rapat Teknis ke-18 Kelompok Kerja/Jawatan Kusa Kerja Pembangunan Sosial Ekonomi (KK/JKK Sosek Malindo) Tingkat Provinsi Kalimantan Timur/Peringkat Negeri Sabah yang berlangsung di Balikpapan, Kamis (22/8).
Tujuan merumuskan kebijakan yang ditempuh dalam kerjasama Bilateral Indonesia-Malaysia, khususnya kerjasama KK/JKK Pembangunan Sosial Ekonomi Perbatasan Indonesia – Malaysia antara Kaltim dan Sabah. Sementara itu, ketujuh kertas kerja tersebut adalah; Pembangunan Pos Lintas Batas Laut (PLBL), Pembangunan Pos Lintas  Batas  Darat (PLBD), Pencegahan / Penanggulangan Penyeludupan, Kerjasama Hubungan Sosial, Kerjasama Bidang Pendidikan, Kerjasama Bidang Kesehatan, dan Kerjasama Bidang Ekonomi dan  Perdagangan
Sidang dipimpin secara bersama oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Pemprov Kaltim Drs H AS Farthur Rahman MSi selaku Ketua KK Sosek Malindo Tingkat Provinsi Kalimantan Timur dan Datuk Maznah binti Abdul Ghani selaku Pengerusi JKK Sosek Malindo Peringkat Negeri Sabah yang juga Timbalan Setiausaha Kerajaan Negari Sabah. Tampak hadir pula Dato Pahlawan H Hamza bin Taib dan Ibu Pejabat Polis Riraja Malaysia Pesuruh Jaya Polis Sabah.
AS Fathur Rahman di sela acara mengatakan, Rapat Teknis KK/JKK Sosek Malindo sangat penting untuk kemudian hasil-hasil pembahasannya akan dibawa pada pertemuan Tingkat Nasional yang akan datang. “Sebelum ini juga sudah dilaksanakan pertemuan Tim Teknis di Sabah. Jadi dalam setahun ada tiga kali pertemuan,” katanya.
Beberapa kertas kerja yang diangkat dalam forum tersebut menurutnya ada yang terbilang krusial sehingga perlu mendapat perhatian serius dan memerlukan pembahasan lebih lanjut ke tingkat yang lebih tinggi. Namun demikian lanjutnya, selama ini kondisi perbatasan Kaltim-Sabah masih kondusif, meskipun harus dalam kewaspadaan. Misalnya kemungkinan masuknya paham komunisme. Untuk itu masyarakat perlu diberi pemahaman dan tingkat kehidupan, sumber daya dan kesejahteraan masyarakat setempat harus ditingkatkan.
Dia juga menyinggung tentang perlunya Kaltim dan Sabah memperhatikan hubungan keluar-masuk orang dan barang melalui pembangunan PLBL, pembangunan PLBD dan pencegahan serta penanggulangan penyeludupan agar tidak terjadi masalah yang nerugikan kedua belah pihak.
Selain itu tidak kalah pentingnya adalah kerjasama dalam bidang pendidikan, kesehatan dan mempererat hubungan sosial budaya karena masyarakat perbatasan Kaltim seperti di Krayan, umumnya warga setempat masih terjalin kekerabatan dan memiliki keluarga di Sabah. “Karena itu, diperlukan kerjasama yang baik dan pemahaman tetang kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik,” katanya. (ri/hmsprov)

 

//Foto: KALTIM-SABAH. Asisten I Bidang Pemerintahan Pemprov Kaltim Drs H AS Farthur Rahman Msi (duduk) tengah) dan Datuk Maznah binti Abdul Ghani selaku Pengerusi JKK Sosek Malindo Peringkat Negeri Sabah bersama peserta Rapat Teknis ke-18 Kelompok Kerja/Jawatan Kusa Kerja Pembangunan Sosial Ekonomi utusan Indonesia (Kaltim) dan Malaysia (Sabah). (harry/humasprov kaltim).

 

Berita Terkait