Kokohkan Persatuan dan Kesatuan, Hari Ini Gelar Parade Nusantara

 

SAMARINDA - Untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan serta menumbuhkan kembali kesadaran pentingnya menjaga kondusifitas keamanan daerah, Rabu (30/11) hari ini Pemprov Kaltim akan menggelar Parade Nusantara

Sekprov Kaltim  H Rusmadi mengatakan kegiatan  Parade Nusantara  merupakan  upaya dalam menjaga kebhinekaan Indonesia yang terdiri 13 ribu lebih pulau, dan beragam suku, agama serta budaya. Tentu kebersamaan dan persatuan yang sudah terbangun selama ini akan menjadi modal bangsa yang sangat besar.    

"Parade Nusantara akan dilaksanakan  di Stadion Madya Sempaja Samarinda.  Parade Nusantara adalah kegiatan yang baik untuk menjalin persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia," kata Rusmadi, Selasa (29/11).

Adapun peserta kegiatan melibatkan seluruh komponen masyarakat yang terdiri dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, Apartur Sipil Negara (ASN), paguyuban berbagai etnis, organisasi masyarakat (ormas), mahasiswa dan pelajar. Mereka akan turun  menggunakan ikat kepala berwarna merah putih. 

Dalam rangkaian Parade Nusantara bertema Nusantara Bersatu, Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia Kita Bersama, Bhineka Tunggal Ika,  juga dilakukan kegiatan lain seperti defile, orasi kebangsaan, pergelaran seni, lagu-lagu wajib nasional dan doa bersama yang akan dipimpin oleh masing-masing tokoh agama secara bergantian. 

Rusmadi berharap, Parade Nusantara bukan sekadar semboyan, tetapi bagaimana mengamalkan unsur-unsur dari kebhinekaan. Apel akbar dilaksanakan sebagai upaya menumbuhkan kesadaran, bahwa negara Indonesia terdiri dari suku, agama, adat istiadat  yang merupakan satu kesatuan yang utuh dalam NKRI.  

"Jadikanlah perbedaan sebagai kekayaan. Sebagaimana semboyan Bhineka Tunggal Ika. Meskipun berbeda-berbeda tapi hakikatnya satu kesatuan karena takdir Indonesia beragam agama, suku, budaya, berideologi Pancasila," beber Rusmadi.

Dia  juga mengajak  semua pihak bersikap bijak dan tidak mudah terpancing dengan aksi-aksi provokasi yang terjadi belakangan ini agar disikapi secara berlebihan, karena dampaknya akan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. (mar/sul/es/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation