Komitmen Pemprov Kaltim Jangan Diragukan

Workshop Pengelolaan Keuangan


SAMARINDA - Komitmen Pemprov Kaltim selama kepemimpinan Gubernur Dr H Awang Faroek Ishak dan Wagub Farid Wadjdy jangan diragukan dalam mewujudkan peningkatan kinerja dan prestasi, khususnya pengelolaan keuangan daerah.  
Sebagai bukti keseriusan tersebut, yakni pada 2012 Gubernur Kaltim bersama Kepala SKPD di lingkungan Pemprov Kaltim dan Bupati/Walikota se Kaltim mencanangkan program Zona Intergitas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi  (WBK) sesuai dengan penguatan komitmen mewujudkan Kaltim menjadi “Island of Integrity” yang menjadi bagian dari reformasi birokrasi.
“Dengan pencanangan tersebut, kami berharap Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Syahranie (RSUD AWS) termotivasi untuk mempertahankan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam pengelolaan keuangan daerah yang diterima pada 2011,” kata Asisten Kesejahteraan Sosial Pemprov Kaltim H Sutarnyoto usai membuka Workshop Implementasi Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) di Ruang Rembulan RSUD AWS Samarinda, Senin (4/3).
 Karena itu, komitmen Gubernur Awang Faroek dan Wagub Farid Wadjdy jangan diragukan lagi dalam upaya meningkatkan pengelolaan keuangan yang baik di daerah ini.
 Menurut dia, untuk mewujudkan pengelolaan keuangan yang baik,  pengelola keuangan rumah sakit harus  mematuhi aturan, baik oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, termasuk yang telah dibuat Gubernur melalui Peraturan Gubernur.  Selain itu, pengelola keuangan rumah sakit juga harus memiliki komitmen bersih dari tindakan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).
“Kalau kita bisa lakukan hal itu, saya yakin Pemprov Kaltim maupun rumah sakit ini akan mampu mewujudkan opini WTP ini,” jelasnya. 
Sementara itu, Plh Direktur RSUD AWS Hj Hetty Sabran mengatakan tujuan dari pelaksanaan workshop tersebut adalah untuk mewujudkan kinerja pengelolaan keuangan yang lebih baik di lingkungan rumah sakit.     
“Dengan pengelolaan yang baik, kami berharap kinerja keuangan rumah sakit ini bisa lebih efisien, bermutu, akuntable dan auditable,” jelasnya.
Workshop ini diharapkan menjadi ajang pemberian motivasi kepada manajemen  rumah sakit agar mampu mempertahankan predikat WTP. Workshop dihadiri Kepala Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Kaltim HM Bachdim dan Direktur Pengawasan BUMD Deputi Akuntan Negara BPKP Pusat I Nyoman Sudiyana. (jay/hmsprov).
 

Berita Terkait