Kongres Kebudayaan Bakal Dihadiri Jokowi

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak

 

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kaltim sangat mendukung rencana kegiatan nasional berupa Kongres Kebudayaan dirangkai dengan Silaturahim Melayu Antar Bangsa diisi Festival Zapin Internasional. Secara khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menghadiri sekaligus membuka Kongres Kebudayaan yang diikuti seluruh pengurus Dewan Kesenian (DKD) se-Indonesia tersebut. Dukungan dan apresiasi Pemprov itu disampaikan Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak saat rapat persiapan peresmian Gedung Sekretariat DKD Kaltim di Ruang Rapat Gubernur Kaltim, Senin (19/3).

 

Karenanya, keberadaan GOR Besar II atau Gedung Serbaguna Komplek Stadion Utama Palaran perlu diupgrade menjadi Gedung Sekretariat DKD Kaltim agar lebih  representatif untuk berbagai even. “GOR itu nantinya akan menjadi gedung DKD multipurpose untuk berbagai even baik regional, nasional maupun internasional,” katanya.

 

Selain itu, gedung dapat dimanfaatkan untuk acara resmi seperti even olahraga maupun hajatan yang bisa menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD). Namun, Awang memastikan bahwa keberadaan gedung yang representatif bagi DKD bukan semata untuk kegiatan kesekretariatan dan ajang seni tetapi multi fungsi. “Saya kira Bapak Presiden (Jokowi) pada saat Kongres Kebudayaan akan senang melihat Gedung Kesenian yang dimiliki Kaltim. Sama seperti saat Mendagri melantik gubernur/wakil gubernur beberapa waktu lalu di gedung yang sama,” ungkap Awang Faroek.

 

Sementara itu Ketua DKD Kaltim Syafril Teha Noor mengakui Kongres Kebudayaan akan dihadiri Presiden Jokowi dan Kaltim menjadi tuan rumah even nasional itu. “Jadi kongres pasti akan dihadiri Presiden karena acara pemerintah pusat dan kami rangkai dengan Festival Zapin Internasional yang kemudian kita kembangkan menjadi Silaturahim Melayu Antar Bangsa,” ujar Syafril. Dia menambahkan silaturahim akan dihadiri perwakilan pelaku seni dari negara-negara ASEAN walaupun saat ini pihaknya masih belum dapat berkomunikasi dengan tokoh-tokoh melayu dari Kamboja dan Myanmar. (yans/sul/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation