Konseling pra purna tugas PNS Pemprov Kaltim


 

Rusmadi : Tetap Semangat, Yakin Sukses

SAMARINDA - Pemprov Kaltim sangat serius  menyiapkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemprov Kaltim yang akan memasuki pra purna tugas  dengan memberikan seminar dan konseling.

Langkah ini penting dilakukan karena dalam banyak kasus ketidaksiapan sering dialami PNS yang memasuki masa pensiun. Selain karena ketidaksiapan ekonomi, faktor psikologi juga kerap ikut menganggu. Rutinitas sebagai PNS dengan kesibukan yagn biasa dijalani yang kemudian berubah kosong tanpa kesibukan, tidak jarang menganggu emosi.

Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi mengatakan seminar dan konseling  yang dilakukan ini  merupakan upaya agar para PNS yang akan memasuki pra purna tugas dapat membangun keikhlasan dan  membangun semangat.

"Dalam hidup ini kita harus selalu punya  spirit. Jadi tidak perlu ada ketakutan atau kekhawatiran berlebih jelang purna tugas ini," kata Rusmadi saat memberi arahan pada pembukaan Evaluasi Seminar dan Konseling Tahun  2014 sampai dengan 2016  bagi PNS Pra Purna Tugas di lingkungan Pemprov Kaltim yang berlangsung di Ruang Pertemuan BKD Kaltim, Rabu (26/10).

Melalui kegiatan ini, lanjut Rusmadi, para PNS bisa berbagi pengalaman dengan mantan PNS yang berhasil menjalani kehidupan dengan berbagai kegiatan saat pensiun.  Namun yang pasti kata Rusmadi, sukses tidak mungkin datang begitu saja, tetapi butuh proses. Oleh karena itu bukan suksesnya yang akan dipelajari, tetapi proses dan perjalanan yang panjng dalam menuju sukses itulah yang perlu diketahui dan diteladani.

"Apresiasi untuk jajaran BKD Kaltim yang telah memberikan perhatian khusus  kepada PNS pra purna tugas ini," ujar mantan Kepala Bappeda Kaltim itu.

Sementara Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kaltim HM Yadi Robyan Noor mengatakan masksud kegiatan evaluasi adalah untuk mengukur sejauh mana kesiapan para PNS saat pensiun nanti.

Untuk itu, BKD melakukan konseling atau pendampingan meliputi kesiapan kesehatan, psikologi serta kesiapan kegitan apa yang harus dilakukan setelah pensiun.

Proses evaluasi dan pengukuran dilakukan bekerjasama dengan UGM, Unair dan UI. Dari lebih 300 PNS yang diukur, 95 persen PNS sudah siap. Langkah persiapan ini diberikan kepada PNS yang 4 tahun lagi akan memasuki masa pensiun.

"Artinya dari 389 orang yang akan pensiun, hanya 10 orang yang belum siap pensiun. Bagi mereka yang belum siap tentu kita dampingi dengan kegiatan evaluasi dan konseling serta memberikan pembekalan psikologi melalui pembekalan agama dan serta pembekalan untuk kegiatan ekonomi," kata Roby. (mar/sul/humasprov)       

Berita Terkait
Government Public Relation