Konsep ABG Berperan Tingkatkan Produksi Peternakan Kaltim

SAMARINDA – Konsep kerjasama ABG (Academisi/perguruan tinggi, Bussiness/pelaku usaha dan Government/pemerintah) sangat berperan dalam peningkatkan populasi dan produksi peternakan di Kaltim.
“Pola sinergitas dalam konsep ABG sangat penting dan strategis dalam upaya bersama meningkatkan populasi dan produksi peternakan di Kaltim. Terutama dukungan kebijakan dan teknologi terapan serta pemodal dalam pengembangan kegiatan subsektor peternakan,” kata Kepala Dinas Peternakan Kaltim H Dadang Sudarya.
Menurut dia, akademisi atau perguruan tinggi melalui penelitian dan kajian menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat diterapkan dalam memacu percepatan dan  pengembangan kegiatan peternakan.
Walaupun telah menerapkan pola teknologi peternakan melalui inseminasi buatan (IB) dan kawin suntik serta pola teknologi peternakan lainnya, namun tetap diperlukan temuan dan teknologi baru yang terbarukan dalam pengembangan kegiatan ini.
Hasil Iptek peternakan dikembangkan dan didukung pelaku usaha (business) atau investor yang memiliki modal usaha untuk kegiatan peternakan dengan dukungan kebijakan dari pemerintah daerah (government) pada subsektor ini.
“Sesuai keinginan Gubernuir Awang Faroek agar hasil penelitian dan kajian yang dilakukan perguruan tinggi jangan hanya disimpan di lemari tetapi diterapkan ditingkat lapang dengan dukungan kebijakan pemerintah dan ketersediaan permodalan dari pengusaha,” jelasnya.
Disebutkan, pada 2012 populasi ternak sapi di Kaltim 108.648 ekor dan diprediksikan pada 2013 ini mencapai 116.797 ekor. Penyebarannya atau populasi tertinggi di  Kutai Kartanegara mencapai 25.467 ekor dan dan terendah di Bontang 624 ekor.
“Kami terus berupaya mensinergikan dan meningkatkan kerjasama dalam pola ABG ini di Kaltim, sehingga subsektor peternakan yang dijadikan program prioritas dapat dicapai sekaligus ketahanan pangan asal hewani dapat diwujudkan,” kata  Dadang.(yans/hmsprov).

////FOTO : Kalimantan Timur terus berupaya meningkatkan populasi sapi serta sejumlah jenis peternakan lain dengan mengusung konsep ABG dengan melibatkan jajaran perguruan tinggi, pelaku usaha dan pemerintah.(dok/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait