Konsep Pengembangan Wilayah dan Perekonomian Baru

* Pembangunan Jembatan Pulau Balang  


SAMARINDA – Hingga saat ini Jalan Trans Kalimantan belum bisa dikatakan satu kesatuan ruas jalan yang tersambungkan antara empat provinsi, dari mulai Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Masih ada beberapa bagian yang belum terhubungkan disebabkan karena belum terbangunnya jembatan yang menjadi kewenangan pusat.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kaltim, Joko Setiono mengatakan untuk Kaltim  yang belum terbangunkan itu terletak pada posisi Trans Kalimantan lintas selatan, tepatnya pada bentang panjang Jembatan Pulau Balang.
Namun, lanjut dia, akhir Mei lalu sudah dilakukan ground breaking pembangunan Jembatan Pulau Balang untuk bentang panjang yang didanai oleh APBN. Untuk 2013 bentang panjang Jembatan Pulau Balang mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp100 miliar melalui sumber dana APBN.
“Estimasi untuk menyelesaikan pembangunan bentang panjang Jembatan Pulau Balang sebesar Rp1,6 triliun. Kita berharap juga mendapatkan alokasi lagi pada APBN Perubahan 2013 dan APBN 2014. Sedangkan untuk bentang pendek telah dialokasikan melalui APBD sebesar Rp475 miliar,” ujar Joko, Rabu (19/6).
Selain itu, lanjut dia, untuk percepatan penyelesaian pembangunan infrastruktur bentang panjang Jembatan Pulau Balang juga diharapkan mendapat kucuran dari dana loan luar negeri baik itu dari ADB (Asian Development Bank) maupun IFC (International Finance Corporation).
Joko menilai perlunya percepatan penyelesaian, karena ketika ruas tersebut sudah terhubungkan maka pengembangan wilayah PPU (Penajam Paser Utara) pada sisi barat yang selama ini terisolasi akan lebih signifikan dan cepat. Karena itu pula, Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak lebih fokus dan tertarik meneruskan pembangunan Jembatan Pulau Balang yang memang sudah direncanakan dengan baik.
“Jembatan Pulau Balang merupakan konsep pengembangan wilayah dan perekonomian baru yang layak dan bagus. Karena akan membuka keterisolasian wilayah PPU,” katanya.
Diketahui, bentang panjang Jembatan Pulau Balang sekitar 1.314 meter sedangkan bentang pendek 470 meter. Pembangunannya dilakukan di luar daerah Keamanan dan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP), dengan tinggi elevasi bebas di bawah jembatan direncanakan 42 meter untuk bentang panjang dan 17 meter untuk bentang pendek dari permukaan air pasang.
Selain itu, pembangunan akses Jembatan Pulau Balang diharapkan dapat memberikan pilihan jalan akses yang lebih baik ke dan dari kota Balikpapan menuju Pulau Balang dan PPU. Pembangunan jalan ini merupakan bagian dari sistem jaringan jalan lintas Kalimantan poros selatan dengan trase jalan melewati Riko-Pantai Lango-Pulau Balang-Tempadung-Km.13 Balikpapan sepanjang 40 kilometer. (her/hmsprov).

//Foto: Jembatan Pulau Balang 

 

Berita Terkait
Government Public Relation