Konsumsi Protein Kaltim di Atas Nasional

SAMARINDA–Berdasarkan hasil survey sensus ekonomi nasional (Susesnas) untuk konsumsi protein hewani berupa daging, telur maupun susu ternyata masyarakat Kaltim berada diatas rata-rata nasional.

Misalnya, konsumsi daging sekitar 7,19 kilogram perkapita pertahun sedangkan nasional hanya 5,69 kilogram perkapita pertahun, telur 8,19 kilogram perkapita pertahun sedang nasional 6,38 kilogram perkapita pertahun serta susu 6,77 kilogram perkapita pertahun dan nasional 2,85 kilogram perkapita pertahun.

“Pembangunan  subsektor peternakan bertujuan menyediakan pangan asal ternak yang berperan mendorong peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas, khususnya melalui penyediaan konsumsi protein hewani,” kata Kepala Dinas Peternakan Kaltim H Syaiful Akhyar.

Menurut dia, asupan atau konsumsi kebutuhan pangan yang bergizi maka komoditas peternakan baik daging, telur maupun susu akan mampu menjadikan masyarakat sehat, kuat, pintar dan cerdas serta berkualitas.

Namun lanjutnya, angka konsumsi protein hewani masyarakat Kaltim ini masih jauh jika dibandingkan dengan negara tetangga maupun negara maju lainnya. Seperti konsumsi daging, Brunai Darussalam sebanyak 43 kilogram, Malaysia 29 kilogram, Amerika Serikat 73 kilogram dan Australia 58 kilogram perkapita pertahun.

Sehingga pemerintah daerah harus terus berupaya untuk meningkatkan ketersediaan sumber protein hewani dengan jumlah yang cukup dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

“Tentunya sumber protein yang merakyat yang terjangkau dan berkualitas,” ujar Syaiful Akhyar.

Untuk saat ini, populasi sapi di Kaltim mencapai 98.000 ekor, sedangkan kebutuhan konsumsi daging sapi itu mencapai 2,71 kg perkapita pertahun. Secara keseluruhan, produksi mencapai 8.272,8 ton sementara konsumsi mencapai 9.820,8 ton.

Sementara itu pasokan ayam ras pedaging dari perusahaan pembibitan baik Samarinda, Balikpapan maupun Kutai Kartanegara mencapai 27,44 juta ekor bahkan 23 persen diantaranya telah dipasarkan keluar Kaltim. (yans/hmsprov)

Berita Terkait
Government Public Relation