Kontribusi Ekspor 50% untuk Pendapatan Kaltim

Ekspor Kaltim masih terkendala kontinuitas. Padahal ekspor menyumbung 50% pendapatan Kaltim. Khususnya dari migas dan batu bara. (DOK/HUMASPROV)

 

SAMARINDA – Kegiatan ekspor merupakan komponen terbesar dalam pendapatan Kaltim, khususnya ekspor minyak dan gas bumi (migas) serta batubara. Hal itu diungkapkan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak pada Rapat Koordinasi Pembangunan Pertanian Kaltim, baru-baru ini. Menurut Gubernur, kontribusi ekspor terhadap ekonomi  Kaltim mencapai 50 persen dari keseluruhan komponen pendapatan daerah. “Kegiatan ekspor kita ini mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kaltim mencapai 50 persen,” katanya.

 

Karenanya, saat ekspor Kaltim menurun drastis sebab kondisi ekonomi global maka terjadi konstraksi (pertumbuhan ekonomi negatif) dalam dua tahun terakhir (2015-2016). Utamanya terhadap dua komponen ekspor yang turun drastis yakni migas dan batubara yang mengalami penurunan harga di tingkat dunia. Padahal lanjutnya, ekonomi Kaltim ditopang atau sangat bergantung terhadap komponen ekspor tersebut.

 

Awang menjelaskan berbeda dengan pertumbuhan ekonomi nasional (Indonesia) yang tetap terjaga karena hampir 50 persen ekonomi ditopang konsumsi rumah tangga. “Jadi kalau rumah tangga berpenghasilan cukup dan melakukan transaksi sehari-hari maka ekonomi terjaga. Namun konsumsi rumah tangga nasional khususnya Pulau Jawa berbeda dengan Kaltim yang tidak sampai 20 persen sebab jumlah penduduk yang masih sedikit,” ungkapnya. (yans/sul/humasprov)

Berita Terkait