Korpri Sosialisasi Bahaya Kanker Servik

 Peduli Kesehatan Keluarga Anggota

 

SAMARINDA – Dewan Pengurus Korp Pegawai Negeri (DP Korpri) Kaltim terus berupaya meningkatkan kepedulian bagi anggota dan keluarga anggota khususnya peningkatan derajat kesehatan  kaum perempuan atas bahaya serangan kanker servik (leher rahim).

Menurut Sekretaris DP Korpri Kaltim H Syafrudin, sosialisasi yang dirangkai dengan pemeriksaan papsmear bagi anggota dan keluarga sebagai upaya deteksi dini atas bahaya kanker servik bagi kaum perempuan.

“Kegiatan ini rutin kami laksanakan setiap tahun. Selain rangkaian HUT Korpri juga upaya meningkatkan derajat kesehatan anggota dan keluarganya,” kata Syafruddin saat mewakili Ketua DP Korpri Kaltim pada Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Perempuan Terhadap Kanker Servik dan Papsmear, Rabu (5/11).

Menurut dia, deteksi dini dengan papsmear diharapkan efektif dan mampu membentu menghilangkan kecemasan anggota dan keluarganya atas terkena serangan kanker servik sehingga mampu bekerja lebih baik dan produktif.

Syafruddin mengimbau walaupun pemeriksaan papsmear dilakukan rutin setiap tahun oleh DP Korpri Kaltim. “Namun sebaiknya anggota dan keluarganya tetap mengutamakan prilaku hidup sehat dan selalu menjaga kebersihan diri dan mengatur pola makan sehat,” ujarnya.

Menurut dia, deteksi dini dengan papsmear diharapkan efektif dan mampu membantu menghilangkan kecemasan anggota dan keluarganya dari serangan kanker servik sehingga mampu bekerja lebih baik dan produktif.

Syafruddin mengimbau walaupun pemeriksaan papsmear dilakukan rutin setiap tahun oleh DP Korpri Kaltim, namun sebaiknya anggota dan keluarganya tetap mengutamakan prilaku hidup sehat dan selalu menjaga kebersihan diri dan mengatur pola makan sehat.

Sementara itu Dokter Spesialis Obgyn Rumah Sakit Umum Daerah AW Sjahranie Samarinda I Gusti Ayu Sri Montessori mengatakan kanker leher rahim (serviks) sejenis kanker yang 99,7 persen disebabkan human papilloma virus (HPV) onkogenik.

“Hasil penelitian diketahui infeksi HPV penyebab utama kanker rahim karena menyerang leher rahim dengan gejala pendarahan bagi wanita. Tetapi gejala kanker tidak terlihat sampai memasuki stadium lebih jauh,” ujar Gusti Ayu Montessori.

Karena itu lanjut Montessori, salah satu cara deteksi dini untuk mengetahui adanya kanker serviks dilakukan melalui program papsmear yang dapat mengurangi resiko penyakit kanker leher rahim mencapai 50 persen bahkan lebih.

Sosialisasi kesehatan reproduksi perempuan terhadap kanker Servik dan Papsmear diikuti 200 peserta dari unit Korpri dinas/badan/satuan kerja perangkat daerah lingkup Pemprov Kaltim dan unit Korpri lembaga/instasi vertikal.(yans/sul/adv)

 Sosialisasi penyakit jantung, paru-paru dan diabetes mellitus bagi PNS lingkup Pemprov Kaltim (anggota Korpri) diikuti 200 peserta menghadirkan narasumber spesialis paru dan pernapasan dr Donny Irfandi Alfian serta BPJS Kaltim. (yans/sul/hmsprov)

///Foto: Dokter Spesialis I Gusti Ayu Montessori saat memberikan paparan bahaya Kanker Serviks pada sosialisasi  kesehatan reproduksi perempuan. (masdiansyah/humasprov kaltim)

 

Berita Terkait