Krisis Listrik Kaltim Ditargetkan Tuntas 2014

Masyarakat Diminta Bersabar

 

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak meminta masyarakat untuk bersabar dalam hal pemenuhan kebutuhan listrik. Saat ini, Pemprov bersama Pemkab/Pemkot se-Kaltim terus berusaha untuk memenuhi kekurangan pasokan listrik masyarakat dengan membangun pembangkit listrik di sejumlah wilayah di daerah ini.

“Saat ini PLN hanya mengandalkan PLTGU Tanjung Batu dengan kapasitas 2x20 MW (megawatt) dan PLTU Embalut 2x25 MW. Sisanya adalah pembankit yang kecil-kecil. Sedangkan beban puncak listrik di Kaltim, mencapai 300 MW. Beberapa waktu yang lalu, Sistem Mahakam (Samarinda, Balikpapan dan Kutai Kartanegara) sempat mengalami blackout karena adanya trafo meledak. Yang seperti ini tidak boleh terjadi lagi, kasihan masyarakat,” ujar Awang Faroek di Balikpapan akhir pekan lalu. 

Untuk mengatasi persoalan tersebut, lanjut dia, Pemprov berupaya  memperkuat jaringan listrik di Sistem Mahakam dan memperluas pasokan di wilayah utara Kaltim. Di Balikpapan, tepatnya di Kariangau saat ini sedang dalam proses pembangunan PLTU dengan kapasitas 2x100 MW oleh PLN. 

Selanjutnya, pembangunan PLTG Senipah dengan kapasitas 2x41 MW. Pembangunan pembangkit listrik 2x15 MW di Kawasan Industri Kariangau (KIK) kerjasama Pemkot Balikpapan dengan PT Gunung Bayan. Untuk wilayah utara, lewat pihak swasta akan dibangun pembangkit listrik mine mouth (mulut tambang) berkapasitas 2x100 MW di lahan tambang milik PT Kaltim Prima Coal (KPC) oleh Bakrie Power. 

Perlu diketahui, untuk merealisasikan semua pembangkit listrik tersebut tidak semudah membalik telapak tangan. Untuk pembangunan PLTU setidaknya butuh waktu dua sampai tiga tahun dan PTLG selama satu tahun. 

“Program tersebut ke depan harus dituntaskan. Jika pembangunan pembangkit listrik tersebut rampung pada 2014. Baru listrik kita tidak byarpet lagi. Itu pun baru untuk wilayah Samarinda, Balikpapan dan Kukar. Bagaimana di Paser dan PPU di wilayah selatan serta untuk kabupaten/kota di wilayah utara,” jelasnya.

Selain itu, Pemprov juga bekerjasama dengan investor swasta dari luar negeri untuk membangun pembangkit listrik yang memanfaatkan potensi arus sungai di beberapa wilayah di Kaltim. Sedangkan untuk wilayah pedalaman dan perbatasan, Pemprov bersama Pemda setempat berupaya memaksimalkan tenaga matahari sebagai penyedia kebutuhan listrik melalui solar cell.

“Kita akan memaksimalkan semua potensi (sumber energy) yang ada untuk memenuhi kekurangan pasokan listrik bagi masyarakat di Kaltim,” tegasnya. (her/hmsprov)

Foto : Pembangunan salah satu pembangkit listrik di kawasan industri Kariangau  Balikpapan, yang merupakan salah satu upaya menambah pasokan energy listrik bagi warga Kaltim.(heru/humasprov kaltim)

Berita Terkait