Kroasia Bisa Jadi Contoh

Awang saat nonton bareng final Piala Dunia 2018. (jaya/humasprov)

SAMARINDA - Final Piala Dunia 2018 mempertemukan tim Kroasia dan Perancis. Partai puncak itu dimenangi Perancis dengan skor 4-2. Bagi Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak ada pelajaran penting yang patut diambil dari gelaran piala dunia kali ini. Yakni bagaimana tim dari Negara kecil seperti Kroasia berhasil tampil di piala dunia dan berhasil lolos hingga final. 

Padahal, jika melihat jumlah penduduk negara Kroasia tidak jauh berbeda dengan Kaltim, yaitu hanya mencapai 4,1 juta jiwa. Meski jumlah penduduknya tak sebesar penduduk Indonesia, tim sepakbola Kroasia mampu memberikan kualitas terbaik bagi sepakbola dunia dan ini menjadi contoh bagi negara-negara besar dan kecil, terutama Indonesia untuk meniru bagaimana pembangunan sepakbola di Kroasia.

"Kita bisa lihat kemampuan tim Kroasia. Berapa tim Negara besar dikalahkan mereka. Ini menunjukkan, mereka sangat profesional dan kuat dalam pembinaan sepakbola," kata Awang Faroek Ishak saat nontong bareng (nobar) di Pendopo Lamin Etam, Minggu (15/7) malam.

Melihat kondisi tersebut, Awang membandingkan sepakbola di Kaltim. Jika, pembinaannya baik dan dikelola dengan manajemen yang baik, diyakini tim-tim sepakbola di Kaltim mampu berbicara di tingkat nasional bahkan internasional. Contohnya, sudah dibuktikan melalui tim sepakbola Kroasia.

Karena itu, Awang berpesan, terpenting adalah kemauan. Jika ada kemauan dari klub-klub sepakbola di Indonesia untuk maju, maka Timnas Indonesia pasti mampu berbicara bahkan tampil di piala dunia.

"Kemauannya itu apa, manajemen bagus, pembinaan bagus. Pemain disiplin berlatih. Untuk semua itu, tentu perlu modal. Karena itu, saya minta pihak swasta juga membantu. Artinya sepakbola bukan hanya didukung pemerintah tetapi semua pihak. Sehingga kita mampu bersaing dengan negara besar, layaknya Kroasia," jelasnya. (jay/sul/humasprovkaltim)

Berita Terkait