KSP Pacu Pembangunan Kaltim

 

SAMARINDA - Pemprov Kaltim telah membuat strategi pembangunan dengan membangun industri hilir produk-produk unggulan daerah melalui pengembangan delapan kawasan yang memiliki nilai strategis provinsi dari sudut kepentingan ekonomi.

Kedelapan Kawasan Strategis Provinsi (KSP) tersebut yakni kawasan industri manufaktur Kariangau dan Buluminung di Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU), kawasan industri perdagangan dan jasa di Samarinda, kawasan industri petrokimia berbasis migas dan kondensat di Bontang dan Kutai Kartanegara, kawasan industri oleochemical Maloy di Kutai Timur, kawasan industri pertanian di Paser dan PPU, kawasan industri pertanian di Kutai Kartanegara dan Kutai Barat, kawasan industri pertanian di Mahakam Ulu dan kawasan agropolitan regional di Kutai Timur.

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menyampaikan bahwa dari 8 KSP tersebut salah satunya yakni KSP yang sedang dkembangkan adalah KSP Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy. 

"KSP terus dikembangkan. Salah satunya KSP KIPI Maloy yang merupakan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) yang letaknya sangat strategis," kata Gubernur Awang Faroek saat memberikan arahan pada malam syukuran memperingati HUT Kemerdekaan ke-71 RI di Convention Hall Samarinda, Rabu (17/8) malam.

KIPI Maloy dinilai sangat strategis karena berada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang merupakan alur laut pelayaran yang melintasi Selat Makassar, Laut Flores dan Selat Lombok menuju Samudera Hindia dan sebaliknya. 

"Sebanyak 70 persen perdagangan saat ini berlangsung di Negara Asia Pasifik. Posisi Kaltim yang berada pada ALKI II dapat memanfaatkan sebagai jalur ekspor-impor langsung dengan menggunakan outlet pelabuhan yang telah dibangun diantaranya Pelabuhan Maloy dan Pelabuhan Karingau Balikpapan," ujar Awang.

Dengan posisi ini, tambah Awang, Kaltim berpotensi menjadi salah satu gerbang Indonesia Bagian Timur dalam perdagangan internasional. "Kawasan ini nantinya akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Kaltim bahkan Indonesia Bagian Timur," katanya. (rus/sul/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation