Kuasai Iptek dengan Landasan Imtaq

Pesan gubernur kepada pemuda

SAMARINDA – Keunggulan wilayah dan sumber daya alam (SDA) Kaltim dengan segala potensinya harus dikelola secara maksimal. Karenanya diperlukan pemuda yang unggul berkualitas dengan kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang didukung kekuatan keimanan dan ketaqwaan yang tinggi (imtaq).

Demikian keinginan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dalam sambutan tertulis yang disampaikan Asisten Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim H Bere Ali pada Pelatihan Penguatan Keimanan dan Ketaqwaan Kepemudaan se-Kaltim 2015 di Samarinda, Selasa (24/3).

Untuk mewujudkan pemuda unggul dalam iptek dengan landasan  imtaq yang kuat menurut Gubernur, Pemprov Kaltim telah menetapkan program prioritas pembangunan sumber daya manusia (SDM) Kaltim yang berkualitas melalui sektor pendidikan dan kesehatan.

“Kita telah berkomitmen membangun SDM yang berkualitas dan berdaya saing tinggi melalui sektor pendidikan. Sehingga terbentuk pemuda unggul ilmu pengetahun dan teknologi dengan iman dan taqwa yang besar pula untuk membangun daerah ini,” ujarnya.

Pendidikan lanjut Gubernur, adalah media untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan generasi penerus. Sementara bekal iman dan taqwa akan membentuk pemuda yang berkarakter serta sehat lahir dan batin.

Pembangunan berkualitas yang dapat memberi manfaat besar bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat hanya dapat dilakukan oleh para pemuda selaku generasi penerus yang menguasai iptek dan imtaq yang kuat.

“Pelatihan penguatan keimanan dan ketaqwaan yang dilakukan Pemprov Kaltim melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim sangat penting dan strategis terutama dalam upaya bersama membentuk generasi penerus selain berkualitas dan berdaya saing juga memiliki prilaku dan pribadi yang menjunjung tinggi nilai kebangsaan sesuai empat pilar bangsa,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dispora Kaltim HM Fachruddin Djaprie mengemukakan pelatihan penguatan keimanan dan ketaqwaan kepemudaan merupakan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan pemuda Kaltim yang lebih berkarakter dan berkebangsaan.

Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari (24-26 Maret) dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang, terdiri dari purna Paskibraka Indonesia, majelis masjid dan komite nasional pemuda Indonesia (KNPI) se-Kaltim. (yans/sul/hmsprov) 

Berita Terkait