Kunjungan Peserta Raker Kehumasan ke Jakarta dan Jabar Peran Humas Pemerintah


JAKARTA – Peran aparatur Humas Pemerintah sangat strategis untuk membangun kepercayaan masyarakat, melalui berbagai informasi dan komunikasi yang disampaikan kepada publik. Sehingga berbagai program pembangunan berjalan lancar seiring dengan dukungan rakyat. Hal itu diungkapkan Asisten Deputi Bidang Kelembagaan dan Humas Kementerian Sekretariat Negera, Masrokhan Sulaiman saat menerima 30 peserta Raker Kehumasan Kaltim yang melakukan orientasi lapangan ke jajaran Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) Republik Indonesia, di Aula Kementrian Seteneg,  Jakarta Kamis (20/4). Dia mengatakan, pertumbuhan dan kemajuan teknologi informasi (TI) yang begitu pesat, membuat  setiap orang bisa menyampaikan berbagai informasi dengan cepat menyebar kepada publik. Termasuk berbagai keluhan dan kekecewaan terhadap kinerja pemerintah sangat sulit bahkan hampir tidak bisa dibendung.
“Kenyataan ini membuat aparatur Humas, bekerja keras untuk menangkal dan mengklarifikasi berbagai isu dan informasi yang tidak benar oleh pihak pihak yang tidak bertanggungjawab, tetapi sudah terlanjur tersiar ke publik,” kata Masrokhan.
Menurut dia, kemajuan IT membuat jajaran Humas bekerja keras mengimbangi berbagai informasi yang berkembang cepat dari berbagai sumber dan dengan mudah tersebar kepada publik. Tidak hanya berkaitan dengan kemampuan meredam atau mengangkal sejumlah isu negatif, tetapi juga ditutut memiliki kemampuan menguasai TI.
Karena itu, diperlukan aparatur Humas yang siap berjibaku dengan waktu untuk mengimbangi kencangnya arus informasi yang begitu bebas dikonsumsi masyarakat, dengan membuat informasi yang benar dan dimengerti publik, sehingga apa  yang ingin disampaikan sesuai sasaran.
Tantangan lain yang harus dihadapi,  adalah ketika sikap sebagian masyarakat di negeri ini justeru lebih percaya dengan informasi yang disampaikan media, ketimbang kabar yang disampaikan pemerintah melalui aparatur Humas.
“Namun, hal ini bukan satu halangan bagi aparatur Humas untuk berkreasi dan berkarya untuk membalikan keadaan agar masyarakat bisa lebih percaya dengan apa yang dilakukan pemerintah, dengan cara, salah satunya penyampaian informasi secepat mungkin kepada publik,” ujarnya.
Selain itu, aparatur Humas juga dihadapkan  pada kecilnya anggaran yang dialokasikan, karena ada sebagian pimpinan penentu kebijakan yang menganggap peran Humas tidak penting, sehingga anggarannyapun tidak menjadi perhatian.
Karena itu, perlu upaya dari semua aparatur Humas untuk memberikan bukti dan peran lebih besar, dengan kinerja lebih baik untuk meningkatkan kepercayaan pimpinan terhadap peran kehumasan.
Kendati demikian kata Masrokhan, kecilnya anggaran tidak boleh menutup kreasi dan karya jajaran Humas, tetapi sebaliknya harus lebih ulet untuk memanfaatkan anggaran kecil, dengan mengupayakan penyampaian informasi murah, tetapi bisa diterima masyarakat, sesuai harapan. “Seiring dengan kemajuan TI, ada banyak cara untuk menyampaikan infomasi dan berintraksi dengan masyarakat, sehingga anggaran harus dimaksimalkan dengan sebaik mungkin untuk membangun kepercayaan kepada masyarakat, tentang kinerja pemerintah,” ujarnya.
ANUGRAH MEDIA
Usai diterima jajaran Kementerian Setneg, rombongan Raker Humas yang dipimpin Kepala Biro Humas dan Protokol Setprov Kaltim, Tri Murti Rahayu pada Jumat (22/4) diterima jajaran Humas Setprov Jawa Barat yang komandani Kabag Humas Ade Sukalsah di Aula Gedung Sate, Bandung. Dalam pertemuan itu, peserta Raker Humas ingin belajar atau berbagi ilmu terkait dengan kiat-kiat Jabar bisa  memenangkan lomba Anugrah Media Humas (AMH) yang digelar setiap tahun oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika. Mengingat Jabar mampu menyabet juara umum dalam lima tahun terakhir. Tri Murti Rahayu mengatakan dengan OL ini, diharapkan jajaran Humas di Kaltim memperoleh semangat dan pola-pola penyampaian informasi publik dengan baik dan tentunya biaya murah, seiring dengan kemajuan TI. Dia mengatakan, peran aparatur Humas kian berat untuk mengimbangi berbagai informasi yang berkembang di masyarakat. Termasuk mengubah sikap masyarakat agar percaya pada informasi yang disampaikan pemerintah, terutama yang terkait dengan pembangunan. “Penyebaran informasi yang begitu cepat dan banyak dengan pemanfaatkan kemajuan TI, harus diimbangi dengan kemapuan aparatur Humas yang harus lebih unggul dalam penguasaan TI, serta memiliki kemampuan untuk mengemas informasi lebih menarik sehingga mampu membangun kepercayaan publik,” kata Tri Murti.

Demikian juga halnya dengan lomba AMH, merupakan ajang pembuktian kreatifitas aparatur Humas dalam kinerja sehari-hari, sehingga setiap tahun akan menunjukan kemajuan, yang dibuktikan melalui ajang AMH. Lomba ini, sedikit banyak akan berpengaruh terhadap peningkatan kemapuan aparatur Humas, terutama yang berkaitan dengan karya-karya kehumasan yang dilombakan pada ajang tersebut. Meskipun kemenangan bukan hal utama, namun paling tidak bisa menjadi pemicu untuk membuat karya-karya kehumasan yang lebih baik darai waktu ke waktu. (santos/humasprov

Berita Terkait