Kutim Potensial Pengembangan Kakao

SANGATTA - Kaltim terutama Kabupaten Kutai Timur  mempunyai potensi dalam pengembangan komoditas perkebunan khususnya kakao. Permintaan yang semakin meningkat dari China, India, Korea dan negara-negara pengimpor kakao lainnya menjadi peluang sekaligus tantangan dalam memenuhi permintaan pasar dalam negeri dan internasional.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim yang diwakili Kepala Seksi Peramalan, Pengamatan dan Pengendalian OPT, Kuntiasih Harlinda pada panen perdana kakao di kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur, Kamis (10/10) kemarin.
Menurut dia, berbagai permasalahan dihadapi dalam pengembangan kakao, diantaranya terjadinya penurunan produktivitas yang disebabkan sebagian tanaman tua, kurang perawatan dan serangan hama penyakit seperti penggerak buah kakao (PBK) dan vascular streak dieback (VSD).
Rendahnya mutu biji karena penanganan pasca panen yang belum sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan. Ditambah sebagian besar biji kakao yang dihasilkan masih belum difermentasi.
Upaya peningkatan hasil produksi kakao melalui Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) menjadi sarana untuk mendorong petani kakao melakukan pemeliharaan kebun yang telah dibangun.
Dari kegiatan SLPHT, para petani yang telah mengikuti lebih memahami teknik budidaya hingga pengolahan pasca panen. Diantaranya mengasah kemampuan petani dalam mengindetifikasi di kebunnya sendiri, termasuk menanggulangi pengendalian hama dan penyakit.
“Hasil panen perdana ini  merupakan hasil kerja yang membanggakan dalam menjalankan program pengembangan tanaman Kakao. Karenanya, Pemprov terus ikut berperan bersama Pemkab dalam memfasilitasi anggaran untuk pemeliharaan dan kegiatan yang mendukung keberhasilan pembangunan perkebunan berkelanjutan”, harapnya.(yans/hmsprov).
 

Berita Terkait
Government Public Relation