Lahirkan Pemimpin Perubahan Berjiwa Kebangsaan

Peserta Diklatpim IV Kunjungi Museum Kodam

BALIKPAPAN – Sedikitnya 30 peserta pendidikan dan pelatihan (Diklat) Kepemimpinan Tingkat IV  (Diklatpim IV) di lingkungan Pemprov Kaltim, Kamis (3/4) lalu melakukan kunjungan ke Museum Kodam VI/Mulawarman di Balikpapan.

Visitasi ke tempat bersejarah tersebut merupakan bagian dari pola baru Diklat Kepemimpinan untuk melahirkan para pemimpin masa depan dengan jiwa dan semangat kebangsaan yang lebih mumpuni.

Menurut Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Bandiklat) Kaltim, Syafrudin Pernyata, kunjungan ke tempat-tempat bersejarah dan para pelaku sejarah ini sangat penting agar para peserta Diklat yang kelak menjadi pemimpin di instansi-instansi pemerintahan bisa melihat langsung gambaran sejarah perjuangan bangsa yang diraih dengan penuh pengorbanan.

Diharapkan, ketika mereka kelak benar-benar dipercaya untuk menduduki suatu jabatan tertentu, jiwa kebangsaan itu akan tetap tertanam ke dalam sanubari mereka. Selanjutnya, mereka akan melawan perilaku-perilaku curang, mengutamakan diri sendiri, keluarga dan kelompok-kelompok. Pejabat yang memiliki jiwa kebangsaan yang mumpuni diyakini tidak akan melakukan korupsi dan hal-hal negatif lainnya.

"Pola baru Diklat Kepemimpinan ini diarahkan untuk menciptakan para calon pemimpin perubahan. Pemimpin yang dapat mengubah wajah birokrasi menjadi lebih baik.  Pemimpin perubahan yang memiliki jiwa dan semangat kebangsaan, bukan pemimpin perubahan yang hanya pandai korupsi dan hanya memikirkan diri sendiri atau kelompok-kelompoknya,"  kata Syafrudin.

Karena itu lanjut Syafrudin, tidak salah jika para peserta diklat kepemimpinan mulai tahun ini dibekali pengetahuan tentang integritas dan wawasan kebangsaan yang bukan hanya diberikan di dalam kelas, tetapi menyimak langsung penjelasan dari pihak-pihak terkait dalam hal ini petugas Kodam VI Mulawarman maupun kisah-kisah dari para pelaku sejarah.

"Kami ingin pengetahuan yang diberikan tidak sekedar teori. Mereka bisa melihat langsung, mendengar dan bertanya, lalu memaknai sejarah perjuangan bangsa ini. Mereka perlu mendapat pengkayaan informasi di lokasi, selain pembelajaran di kelas," imbuh Syafrudin.

Saat berada di Museum Kodam VI/Mulawarman Balikpapan, para peserta mendapat penjelasan dari Kasi Pembinaan Museum Monumen dan Tradisi, Mayor Purwanto terkait sejarah perjuangan yang dilakukan para pejuang di bumi Kalimantan Timur. Para peserta juga melihat  contoh-contoh senjata dan peralatan perang yang digunakan oleh jajaran TNI, khususnya TNI Angkatan Darat.

Selain itu, para peserta juga menyaksikan film dokumenter yang mengisahkan perjuangan tentara Indonesia melawan penjajah dan teladan kepemimpinan dari Jenderal Besar Soedirman.

Kepemimpinan dengan jiwa kebangsaan yang sangat luar biasa, tidak mementingkan diri sendiri atau keluarga. Jenderal Soedirman bahkan rela meninggalkan keluarga dan membawa tidak sedikit harta keluarga sebagai bekal bersama rakyat dalam perang gerilya.

Gambaran film itu setidaknya diharapkan memberi semangat tambahan kepada para peserta Diklat untuk lebih mencintai Tanah Air dan menjauhi perilaku-perilaku negatif dan koruktif.  (sul/es/hmsprov)

///FOTO : Sejumlah peserta Diklatpim IV mendapat penjelasan dari petugas Museum Kodam VI Mulawarman dengan latar belakang Tank milik sekutu yang berhasil direbut Indonesia pada jaman perjuangan.(samsul/humasprov kaltim)

Berita Terkait