Laku Pandai, Kaltim Makin Maju

UPS Ketiga Lainnya Tahun 2015 BPD Kaltim

BALIKPAPAN – Terobosan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim atau Bankaltim untuk menjadi BPD pertama di Indonesia yang melaksanakan program Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) yang disinergikan dengan produk Tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) mendapat apresiasi tinggi Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak.

Usai menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Ketiga Lainnya Tahun 2015 di Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Rabu (16/12), Gubernur Awang Faroek Ishak mengatakan, apa yang dilakukan manajemen BPD Kaltim akan merangsang masyarakat Kaltim untuk gemar menabung dan mengenal lebih banyak tentang berbagai layanan perbankan.

Langkah ini pun disebutkan Gubernur Awang Faroek akan mendorong Kaltim menjadi provinsi yang maju dan tidak kalah dengan apa yang dilakukan masyarakat Negara-negara maju di dunia.

 “Program Laku Pandai ini sangat bagus dan kita juga harus bangga karena BPD Kaltim menjadi percontohan di Indonesia. Harapan saya, seluruh warga Kaltim akan menjadi warga Negara yang bank minded karena itu adalah ciri Negara modern. Jika program ini direspon baik oleh masyarakat, maka itu artinya Kaltim akan segera menjadi provinsi yang maju dan modern. Semua warganya punya rekening bank,” kata Awang Faroek menyampaikan apresiasi.

Menurut Gubernur, terobosan Laku Pandai ini bahkan selangkah lebih maju dari apa yang selalu dia gaungkan agar semua kecamatan di Kaltim dibangun kantor-kantor cabang pembantu BPD.

“Saat semua agen Laku Pandai nanti bekerja, maka layanan BPD tidak hanya di kecamatan-kecamatan, tapi sampai ke desa-desa. Mereka bahkan bisa menabung dari sebelah rumah mereka. Tentu ini akan mendorong masyarakat akan lebih gemar menabung,” sambung Awang.

Secara khusus, dalam RUPS Ketiga Lainnya yang digelar kemarin, Gubernur Awang Faroek Ishak juga menegaskan kepada para bupati/walikota agar membantu memperluas jaringan telekomunikasi agar tidak ada lagi blank spot area. Pasalnya, operasional agen-agen Laku Pandai yang akan memfasilitasi nasabah dengan BPD Kaltim nantinya akan sangat bergantung pada ketersediaan jaringan telekomunikasi baik untuk internet maupun telepon seluler. 

“Tadi sudah saya sampaikan saat RUPS. Bupati dan walikota harus membantu memperluas jaringan telekomunikasi di daerah masing-masing,” tegas Awang.

Gubernur juga mengapresiasi inisiatif BPD Kaltim dengan penerapan produk Tabungan Simpanan Pelajar. Menurut Gubernur, ini langkah yang sangat baik untuk melatih anak-anak Kaltim gemar menabung dan memiliki bank minded sejak usia dini.  Apalagi, melalui program ini nantinya BPD Kaltim akan bekerja sama dengan sekolah-sekolah agar semua anak mau menabung.

Program OJK, setiap hari Rabu akan diadakan Rabu Menabung. Pada hari tersebut, petugas dan layanan BPD Kaltim akan datang ke sekolah-sekolah untuk memberikan pelayanan dan memberikan tambahan pengetahuan tentang perbankan.

Sebagai informasi, BPD Kaltim atau Bankaltim kembali meluncurkan terobosan penting dalam pelayanan perbankan dengan melaunching dua program sekaligus, yakni Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif yang dipopulerkan dengan nama Laku Pandai dengan produk tabungan Simpanan Pelajar (Simpel). Keduanya merupakan produk yang digagas oleh Ototitas Jasa Keuangan  (OJK), namun belum banyak perbankan di Indonesia yang mampu melaksanakannya di daerah.

 “Kami ingin BPD lain mengikuti jejak BPD Kaltim.  Mereka menjadi BPD pertama di Indonesia yang sudah mampu menerapkan Laku Pandai dengan baik. Hebatnya lagi BPD Kaltim juga melaunching produk tabungan Simpel untuk melatih para pelajar agar rajin menabung. Launching dua produk OJK ini juga menjadi yang pertama di Indonesia. Apresiasi patut kita berikan kepada BPD Kaltim,”  kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad  pada Launching Laku Pandai dan Tabungan Simpel di SMAN I Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (15/12).

Muliaman menjelaskan, kedua produk OJK ini memiliki pesan yang sangat kuat untuk mengingatkan masyarakat Indonesia, agar lebih gemar untuk menabung karena pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat.  Program Laku Pandai dirilis OJK pada 27 Maret 2015 dengan tujuan untuk memudahkan aktfitas perbankan, khususnya masyarakat di daerah yang sulit dijangkau fasilitas perbankan,. Konsep Laku Pandai adalah kemitraan antara BPD Kaltim dengan Agen Laku Pandai yang nantinya akan menjadi perantara BPD Kaltim dan nasabah dalam berbagai aktifitas perbankan.

RUPS kemarin dihadiri para bupati dan walikota se-Kaltim dan Kaltara. Rapat dipimpin Gubernur Awang Faroek didampingi Ketua Dewan Pengawas BPD Kaltim Sulaiman Gafur dan Direktur Utama BPD Kaltim Zainuddin Fanani. (sul/hmsprov)

//Foto: Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Ketiga Lainnya Tahun 2015. (samsul/humasprov kaltim).

 

 

Berita Terkait