Lakukan Pemerataan dan Dekatkan Pelayanan

Kaltim Tingatkan Kualitas Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengungkapkan sebagai program prioritas pembangunan di Kaltim, sektor pendidikan dan kesehatan terus mendapatkan perhatian serius oleh Pemprov. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan pembangunan sektor kesehatan dapat dilihat pada indikator makro yang digunakan, diantaranya adalah usia harapan hidup. Kondisi angka usia harapan hidup kaltim sebesar 71 tahun pada 2009 dan meningkat menjadi 72,45 tahun pada 2013.

“Untuk peningkatan kualitas dan pemerataan pelayanan kesehatan akan terus kita lakukan. Pada 2014 ini akan kita mulai pembangunan Rumah Sakit Pratama di beberapa kecamatan pedalaman atau daerah terpencil, yang tidak lain tujuannya untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Awang Faroek akhir pekan lalu.

Sementara itu, untuk sektor pendidikan yang merupakan faktor kunci peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kesejahteraan masyarakat, dalam beberapa tahun terakhir juga menunjukkan keberhasilan yang dapat dilihat dari indikator makro pembangunan pendidikan, yaitu angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah.

Angka melek hurup pada 2009 sebesar 97,18 persen dan pada 2012 (97,81 persen), sedangkan 2013 naik menjadi 97,85 persen). Sementara untuk rata-rata lama sekolah juga mengalami kenaikan yaitu 8,85 tahun pada 2009 menjadi 9,22 tahun pada 2012.

“Semakin tinggi pendidikan masyarakat, maka kualitas SDM Kaltim akan semakin baik,” ucapnya.

Selain itu, Angka Partisipasi Sekolah (APS) yang menggambarkan seberapa banyak atau besar penduduk usia sekolah yang telah menikmati pendidikan sesuai dengan jenjangnya juga terus mengalami peningkatan signifikan.

Peningkatan APS menunjukkan adanya keberhasilan di bidang pendidikan, terutama yang berkaitan dengan upaya memperluas jangkauan pelayanan pendidikan APS usia 7-12 tahun, 13-15 tahun, dan 16-18 tahun. Adapun APS Kaltim pada 2012, yakitu usia 7-12 tahun sebesar 99,32 persen (tanpa Kaltara), usia 13-15 tahun (96,81 persen) dan usia 16-18 tahun (71,16 persen)

“Hal ini berarti persentase anak usia sekolah yang mengenyam pendidikan semakin meningkat. Dan kita berharap seiring meningkatnya persentase tersebut, juga dibarengi dengan peningkatan kualitas pendidikan yang diberikan di sekolah,” pungkasnya. (her/hmsprov)

Berita Terkait