LAN Gelar Pelatihan RLA

 

SAMARINDA – Lembaga Administrasi Negara (LAN) melalui Pusat Kajian dan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur (PKP2A) III LAN Samarinda menggelar Pelatihan Reform Leader Academy (RLA).

“RLA adalah pelatihan yang diselenggarakan untuk membentuk reformer atau agent of change (pemimpin perubahan),” kata Kepala PKP2A III LAN Samarinda Mariman Darto, Selasa (23/5).

Menurut dia, diklat sebagai upaya meningkatkan kualitas reformasi birokrasi bagi aparatur negara di Indonesia.

Dijelaskan pola pelatihan dengan metode yang mengharuskan peserta mengerjakan suatu proyek dan dituntut melakukan terobosan atau inovasi di bidang pelayanan publik.

Inovasi tata kelola pemerintahan berkualitas membutuhkan pemimpin reformasi atau pemimpin birokrasi yang mampu merencanakan, melakukan, memimpin dan menjamin keberlangsungan perubahan berintegritas.

“Kami mendorong setiap pemimpin itu memiliki kemampuan berakuntabilitas, kompeten di bidangnya, menjunjung tinggi etika profesi, sosial dan masyarakat serta bersih atau tidak korupsi,” jelasnya.

Mariman mengungkapkan peserta pelatihan sangat selektif dimana dari 290 usulan yang diterima hanya 150 orang yang lolos. Mereka  dibagi dalam enam angkatan di tahun ini.

Selain itu, diklat ini memungkinkan peserta membangun komunikasi langsung dengan pimpinan tingkat tinggi di kementerian bahkan presiden.

“Untuk meyakinkan konsep yang telah dia lahirkan itu maka disampaikan langsung ke kementerian bahkan harapan kami bisa ke presiden,” ujarnya.

Karenanya, setiap konsep yang dibuat peserta akan diuji atau diseminarkan dan output konsep ini merupakan hasil kerja tim kerja (tim work).

Pelatihan dilaksanakan selama 119 hari (23 Mei – 3 Oktober) dan diikuti 25 peserta dari tujuh kementerian/lembaga.

Peserta terdiri Kementerian Sekretariat Negara dan Sekretariat Kabinet serta Kementerian Keuangan dan LAN masing-masing dua orang. Kemenpan RB tiga orang, BPKP empat orang dan Polri tujuh orang serta Kejagung tiga orang. (yans/sul/ri/humasprov kaltim)

Berita Terkait