Lansia Dapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Memperingati HUT ke-56 Provinsi Kaltim

 

SAMARINDA – Para lanjut usia (Lansia) yang tergabung dalam perkumpulan Wredatama Kaltim mendapat pemeriksaan kesehatan dan sosialisasi kesehatan usia lanjut, di Ruang Serbaguna Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (16/1). Acara tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-56 Kaltim.

Ketua Panitia HUT Kaltim, Aji Sayid Fathur Rahman mengatakan, pemeriksaan kesehatan dan sosialisasi ini bekerjasama dengan Yayasan Kanker Indonesia Cabang Kaltim dan Persatuan Diabetes Indonesia Kaltim.

“Pemeriksaan kesehatan ini gratis dan Pemprov Kaltim sudah memprogramkan di setiap memperingati  HUT. Sementara untuk sosialisasi tentang kesehatan usia lanjut ini juga sangat penting yaitu sebagai upaya pencegahan penyakit bagi para lansia yang kurang memperoleh informasi atau pengetahuan tentang kesehatan,” kata Fathur Rahman.

Ditambahkan, Pemprov Kaltim selama ini juga telah memberikan perhatian yang cukup pada Wredatama, misalnya memberikan bantuan hibah Gedung Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI). “Semoga dengan adanya gedung itu visi, misi dan aktivitas organisasi PWRI dapat dijalankan dengan baik dan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi para anggotanya,” imbuh Fathur.

Pada sosialisasi mengenai kesehatan usia lanjut diungkapkan bahwa Indonesia merupakan negara terpadat keempat di dunia yang memiliki penduduk lanjut usia (Lansia) terbesar ke-10 dan diperkirakan pada 2020 jumlah Lansia mencapai 28,8 juta jiwa atau 11 persen dari total penduduk.

Dengan demikian, bisa diprediksi ke depan, jumlah Lansia di Kaltim juga akan semakin bertambah. Hal ini tidak akan menjadi beban jika para Lansia yang masih bertahan hidup di suatu rumah tangga itu dapat mandiri dan memiliki sumber daya yang baik.

Sumber dari Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan menyebutkan,  jenis penyakit kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia adalah kanker payudara dan kanker leher rahim. Sementara itu, berdasar data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) terbaru, kejadian kanker payudara mencapai 8.227 kasus atau 16,85 persen dan kanker leher rahim 5.786 kasus atau 11,78 persen.

Mengenai kanker rahim disebutkan adalah penyakit yang menyerang leher rahim wanita. Di Indonesia, tercatat jumlah penderita kanker rahim mencapai kisaran 200 ribu orang setiap tahun dan menduduki peringkat kedua setelah penyakit kanker payudara.

Walaupun demikian, lelaki tidak luput dari ancaman penyakit ini karena dapat terinfeksi virus dari perempuan yang telah terinfeksi sebelumnya. Dari sini pun dapat diketahui bahwa ada golongan lelaki yang beresiko tinggi dan mempunyai potensi untuk mempermudah timbulnya kanker rahim pada perempuan.

Sementara itu tentang penyakit Diabetes Mellitus (DM) atau yang biasa dikenal dengan Penyakit Kencing Manis  adalah suatu kondisi tubuh seseorang yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah yang menetap. DM merupakan penyakit serius yang jika tidak terkontrol dengan baik, maka akan mengancam hidup yang bersangkutan.

“Saya tekankan agar setiap keluarga maupun organisasi, lembaga dan para pihak pembuat kebijakan dapat berperan secara maksimal sebagai pelayanan sosial agar para Lansia tetap sehat,” kata Fathur Rahman yang mewakili Gubernur Kaltim dalam sambutannya pada pembukaan sosialisasi kesehatan usia lanjut.

Peringatan HUT ke-56 Kaltim masih menyisakan berbagai kegiatan, antara lain hiburan rakyat pada 23 Januari, panjat pinang dan pesta kuliner pada 20 Januari dan pada Maret nanti akan dilaksanakan Expo dan Kaltim Fair.  (ina/hmsprov).

Foto : Salah seorang perawat memberikan pelayanan kesehatan kepada Lansia.(johan/humasprov kaltim)

Berita Terkait