Kalimantan Timur
Latih Kewirusahaan Produktif

Disnakertrans Gandeng Komunitas Facebook

SAMARINDA - Setelah sukses melaksanakan program peningkatan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas di hampir semua kabupaten dan kota di Kaltim, UPTD Pengembangan Produktivitas Daerah (PPD) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim melanjutkan kegiatan motivasi kewirausahaan bagi kalangan komunitas di media sosial.

Program peningkatan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas ini disambut gembira Komunitas Kewirausahaan Samarinda atau lebih dikenal dengan KWS di media sosial facebook.

Kepala UPTD PPD Disnakertrans Kaltim, Hj Hetty saat menutup pelatihan yang digelar 29 September - 3 Oktober 2015 itu menjelaskan, bahwa Pemprov Kaltim akan terus mencari cara dan berupaya agar pengangguran bisa terus ditekan.

Apalagi beberapa waktu terakhir ini, kondisi ketenagakerjaan di Kaltim berada dalam posisi yang cukup memprihatinkan akibat tingginya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai dampak gejolak ekonomi global dan menurunnya harga jual batu bara.

"Dalam beberapa waktu terakhir ini sudah terjadi PHK terhadap 10.721 pekerja di Kaltim. Angka itu adalah yang tertinggi di Indonesia. Kondisi ini tentu sangat mencemaskan, tetapi kita tidak boleh panik. Kita harus tetap optimis pengangguran akan berkurang dengan lahirnya wirausahawan-wirausahan produktif yang mampu membuka kesempatan kerja bagi masyarakat yang lain," kata Hetty, Sabtu (3/10).

Salah satu strategi yang dilakukan UPTD PPD untuk terus membangkitkan semangat kewirausahaan itu adalah dengan menggandeng Komunitas Wirausahawan Samarinda (KWS). KWS merupakan komunitas yang terbentuk melalui pertemanan media sosial facebook. Secara keseluruhan komunitas ini beranggotakan tidak kurang dari 800-an anggota.

Hetty menambahkan, pihaknya menyambut baik kerjasama dengan KWS ini karena anggota komunitas ini sangat antusias menekuni kewirausahaan. Kehadiran komunitas kewirausahaan yang sudah memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi, diyakini Hetty juga akan sangat membantu promosi dalam era persaingan pasar global dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun depan.

"Jika sebelumnya kita blusukan ke desa-desa, maka berikutnya kami juga menggandeng teman-teman kita yang sudah familiar dengan teknologi dan sudah menyatu dalam komunitas kewirausahaan. Saya pikir sinergi ini sangat baik karena program pemerintah tepat sasaran. Mereka sangat membutuhkan pelatihan produktivitas semacam ini," beber Hetty.

Hal ini pun tidak dibantah 30 peserta pelatihan yang seluruhnya merupakan anggota KWS. Muhammad Subhan, mewakili rekan-rekannya saat menyampaikan kesan dan pesan saat penutupan tersebut mengaku mereka sangat beruntung dapat mengikuti pelatihan yang menurut mereka sangat luar biasa.

Bukan hanya  diajarkan teori dan praktik membuat produk, tetapi mereka juga diberikan motivasi dan pengetahuan tentang ilmu manajemen produktivitas, mulai dari perencanaan usaha, administrasi pembukuan, penyusunan laporan rugi laba dan neraca hingga teknik-teknik pemasaran yang baik.

"Untuk pelatihan yang sudah diberikan kepada kami, hanya satu kata dari  kami, "luar biasa". Bagi kami, setiap momen selalu memberi manfaat. Jika diperkenankan memberi pesan, kami hanya sepakat satu pesan, yakni tambah jam belajar buat kami, karena kami ini adalah komunitas yang haus ilmu," pekik Subhan yang kemudian disambut aplaus anggota KWS lainnya.

Melihat antusias peserta dan materi pelatihan yang sangat baik bagi peserta, Ketua KWS, Kristianto berharap agar kerjasama ini bisa dilanjutkan di masa-masa mendatang. "KWS sangat berharap UPTD PPD melanjutkan kerjasama ini di kesempatan-kesempatan berikutnya. Kami sangat senang dan menunggu undangan pelatihan selanjutnya," kata Kristianto.

Pelatihan ini terlaksana dengan pembiayaan APBN dari program Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker). Para peserta pelatihan ini nantinya juga akan diberikan kesempatan ikut serta dalam gelar wirausaha yang digagas UPTD PPD Disnakertrans Kaltim pada 14-15 Nopember mendatang. Gelar wirausaha tersebut akan mengambil tempat di salah satu pusat perbelanjaan terkemuka di Kota Samarinda. (sul/es/humasprov).

/////Foto : Anggota Komunitas Wirausaha Samarinda (KWS) serius menyelesaikan tugas membuat perencanaan dan menyusun laporan rugi/laba, untuk  menyiapkan kemampuan bidang manajemen, administrasi pembukuan dan pemasaran yang baik. (samsul arifin/humasprov)

 

Berita Terkait