Layanan Air Minum Lampaui Target

SAMARINDA – Cakupan layanan air minum di Kaltim hingga  akhir 2014 sudah mampu melayani 50 persen masyarakat atau melampaui target pemerintah, yakni mencapai 38 persen.

Capaian layanan air minum masyarakat Kaltim terungkap pada laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Kaltim yang disampaikan Wakil Gubernur HM Mukmin Faisyal HP pada Rapat Paripurna ke-12 DPRD Kaltim di Gedung DPRD Karangpaci, pekan lalu.

Dijelaskan, sebagai upaya pemenuhan kebutuhan air baku masyarakat dilakukan pembangunan prasarana penyediaan dan pengelolaan air baku Embung Muru Kecamatan Kuaro Kabupaten Paser kapasitas 15 liter per detik.

“Bendung lain yang dibangun adalah Bendung Sitiu dengan kapasitas 10 liter per detik dan Bendung Lombok kapasitas 10 liter per detik. Sumur air di Kariangau dengan kapasitas 40 liter per detik serta pos hidrologi telah dioperasikan namun perlu dilakukan optimalisasi,” jelas Wagub.

Selain itu, Bendungan Sungai Wain di Balikpapan dengan kapasitas 140 liter per detik direncanakan untuk memenuhi kebutuhan air baku Kawasan Industri Kariangau dan Buluminung serta masyarakat Kota Balikpapan.

“Saat ini masih dalam tahap pembangunan dengan capaian progress bangunan utama sekitar 40 persen. Sementara guna memenuhi kebutuhan air bersih telah terbangun sistem pengolahan air minum (SPAM) 2 x 25 liter per detik,” jelasnya.

Disebutkan pula, sistem Sekerat di Kecamatan Sangatta Kabupaten Kutai Timur dibangun guna menyuplai air baku di kawasan ekonomi khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan Ekonomic Zone (MBTKEZ) dengan kapasitas 500 liter per detik.

Saat  ini terbangun saluran pengambil dan pengolahan serta dilanjutkan membangun pipa transmisi sepanjang 1,2 kilometer dari saluran pengambil sepanjang 24,2 kilometer.

Ditambahkan, dalam upaya untuk mengurangi banjir di Samarinda dan pengendalian daya rusak air, maka dilakukan normalisasi dan perkuatan tebing sepanjang 16.222 meter pada sistem Karang Asam Kecil dan Karang Asam Besar.

“Termasuk juga Sistem  Karang Mumus serta Sistem Loa Janan dan Rapak Dalam. Dibangun pula sistem bendungan pengendali (Bendali) di Jalan HM Ardans atau ringroad Suryanata-Sempaja,” beber Mukmin. (yans/sul/es/hmsprov).

///FOTO : HM Mukmin Faisyal HP

 

Berita Terkait