Kalimantan Timur
Lebih Baik Mencegah


Pasien sembuh di dua kota dengan kasus Covid-19 tertinggi di Kaltim, Samarinda dan Balikpapan terus bertambah. Kondisi ini menyiratkan asa bahwa pasien Covid-19 sangat mungkin bisa disembuhkan.

"Berdasarkan laporan dari Gugus Tugas Samarinda dan Balikpapan terus terjadi penambahan pasien sembuh. Tentu ini kabar yang sangat membahagiakan. Tapi imbauan kami, tetap waspada. Lebih baik mencegah, daripada mengobati," kata Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim H Nazrin, Sabtu (9/5/2020).

Dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Samarinda dilaporkan, hingga Jumat (8/5/2020), pasien sembuh di Samarinda berjumlah 6 orang. Atau terjadi penambahan sebanyak 4 orang. 

Kasus negatif juga terdapat penambahan 10 orang, sehingga di Samarinda jumlah kasus negatif menjadi 21 kasus/orang. Sedangkan pasien positif terkonfirmasi Covid-19 bertambah 5 orang, sehingga total menjadi 30 orang.

Jumlah Pasien Dengan Pengawasan (PDP) di Samarinda pun turun 14 orang menjadi 55 orang dengan 27 orang masih menunggu hasil laboratorium.

Sayangnya, masih terjadi penambahan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 59 orang, sehingga total ODP di Samarinda 1.466 orang.  Sebanyak 1.329 orang dinyatakan selesai pemantauan dan  137 orang masih dalam proses pemantauan.

Sementara Balikpapan melaporkan, dari 38 pasien positif Covid-19, sebanyak 11 orang sudah dinyatakan sembuh, 25 pasien masih dalam perawatan dan 2 pasien meninggal.

Sedangkan untuk PDP di Balikpapan, total 103 orang. Sebanyak 16 orang masih dalam perawatan, 6 orang meninggal dan 81 orang sembuh dan sudah kembali ke rumah masing-masing.

"Peluang sembuh memang lebih besar. Tapi sekali lagi, lebih baik kita mencegah, daripada sakit. Caranya, tetap ikuti anjuran pemerintah. Jaga jarak, hindari kerumunan, rajin cuci tangan, tetap di rumah, jujur dan peduli setelah bepergian, apalagi datang dari zona merah atau berinteraksi dengan pasien positif Covid-19," pungkas Nazrin. (sul)

Berita Terkait