Kalimantan Timur
Legislatif Apresiasi Gubernur Kaltim

Foto : Dok.humas

SAMARINDA - Lembaga legislatif (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah/DPRD) Kaltim sangat mengapresiasi lembaga eksekutif (Pemerintah Provinsi Kaltim), terutama dalam komunikasi dan koordinasi yang telah terbangun harmonis selama ini.

 

Salah satunya, ketika wabah virus corona (Covid 19) merebak dan diperlukan langkah cepat pemerintah daerah dalam mengantisipasi penyebarannya di masyarakat. Melalui penyusunan ulang anggaran (realokasi dan refocusing) APBD tahun 2020.

 

Dimana, sesuai instruksi presiden dan surat edaran menteri agar Pemda melakukan penyusunan anggaran sebagai langkah percepatan penanganan Covid 19 tanpa harus melibatkan secara penuh DPRD. Namun, Pemprov melalui tim TAPD tetap berkoordinasi dan bersama-sama membahas realokasi dan refocusing anggaran dengan tim Banggar. 

 

"Kami terimaksih Bapak Gubernur (Gubernur Kaltim Isran Noor). Walaupun refocusing kemarin itu cukup pemberitahuan. Tetapi Gubernur melalui Sekretaris Daerah, kita bahas bersama-sama," kata Ketua DPRD Kaltim H Makmur HAPK saat mengikuti video conference Gubernur Isran Noor bersama jajaran Forkopimda Kaltim dengan anggota DPRRI Dapil Kaltim Profesor Dr Awang Faroek Ishak di Ruang Heart Of Borneo Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (9/4/2020).

 

Makmur mengungkapkan rasa syukurnya sebab refocusing selesai dibahas hanya dalam waktu tiga jam. Walaupun pembahasan dilakukan secara daring atau melalui aplikasi zoom cloud, sebab masa physical distancing/larangan pertemuan langsung guna memutus penyebaran virus corona.

 

Menurut Makmur, anggaran yang dialokasikan untuk refocusing percepatan penanganan Covid 19 Kaltim cukup besar senilai Rp388,5 miliar. Walaupun angka (dana refocusing) tersebut mungkin belum cukup, namun untuk sementara itu besaran yang ditetapkan Pemprov Kaltim.

 

"Seandainya pun kedepan ada perubahan-perubahan yang dilakukan. Kami siap memberikan dukungan penuh untuk kebaikan dan keselamatan bersama dari penyebaran Covid 19," jelasnya.

 

Selain itu, dana refocusing selain untuk pengadaan barang dan alat kesehatan dalam percepatan penanganan virus corona. Juga dialokasikan bagi masyarakat yang terdampak termasuk pelaku usaha mikro kecil.

 

Karenanya, Pemprov melalui instansi teknis yang lebih memahami dan bertanggungjawab dalam hal dampak sosial bisa melakukan pengumpulan data.

 

"Kita minta Bapak Gubernur melalui Pak Sekda agar menginstruksi instansinya menampilkan data satu pintu dan

data terbuka sehingga memudahkan akses dan transparansi. Agar dana tepat sasaran kepada warga dan pelaku usaha kecil mikro kita yang terdampak," harap Makmur.

 

Dalam kesempatan itu, Makmur meminta masyarakat bersama-sama mengikuyi anjuran pemerintah melakukan physical distancing dan menerapkan pola hidup sehat (membiasakan kebersihan diri dan makan bergizi), sehingga mampu memutus rantai penyebaran virus corona.

 

"Saya rasa kita semua bertanggungjawab menghentikan penyebaran virus corona, terlebih masyarakat ikut terlibat dengan disiplin dan mentaati imbauan pemerintah," ungkapnya.(yans/her/humasprovkaltim)

Berita Terkait