Lelang Investasi Pengelola Jalan Tol Dimulai

Lelang Investasi Pengelola Jalan Tol Dimulai

 

SAMARINDA- Pembangunan jalan tol Kaltim dari Balikpapan-Samarinda (Balsam) 99,02 km yang dimulai dari Km13 Balikpapan dipastikan terus berlanjut. Ini karena, proses lelang investasi untuk pengelola jalan tol dimulai sejak 30 Juli-31 Agustus 2015 yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang dikelola melalui Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT).

Proses tersebut adalah merupakan proses penawaran bagi para perusahaan yang tertarik untuk mengelola jalan tol Balsam. Setelah proses tersebut, juga dilakukan verifikasi terhadap calon yang mendaftar, sehingga dapat diketahui kemampuan perusahaan tersebut mengelola jalan tol.

“Jadi, proses lelang ini hanya untuk investasi pengelolaan jalan tol saja, yakni yang akan mengelola jalan tol Balsam sepanjang 99,02 km. Proses pengumuman lelang tersebut telah disampaikan di media di Jakarta,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kaltim M Taufik Fauzi dikonfirmasi di Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (31/7).

Pengelolaan proses lelang tersebut murni dilakukan Pemerintah Pusat. Dengan tujuan, setelah jalan tol jadi, maka perusahaan yang mengelola jalan tol sudah ada. Sedangkan, untuk lelang rekontruksi dari paket 3, 4 dan 5 sepanjang 65 km. Sementara yang dibiayai oleh APBD Provinsi telah dikerjakan sepanjang 22,5 km di paket 1.

Selain itu, pengerjaan jalan tol paket 5 sepanjang 11,05 km senilai Rp1,5 triliun yang dibiayai dana pinjaman loan China sekitar USD 65 juta. Sharing dengan APBN sekitar 10 persen atau USD 6,5 juta kini masih dalam proses lelang yang saat ini dalam pra kualifikasi di Kementerian PUPR.

“Jadi, karena proses tersebut adalah pinjaman dari China, maka proses lelangnya juga dilakukan Pemerintah Pusat,” jelasnya.

Dari proses tersebut, maka pembangunan jalan tol yang dilakukan Pemprov Kaltim sangat didukung oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR, yang merupakan program prioritas Presiden Joko Widodo untuk pembangunan jalan tol di Indonesia sepanjang 1.000 km yang dimulai tahun ini.

“Artinya, saat ini program yang dilakukan Pemprov Kaltim sejalan dengan Pemerintah Pusat dan itu sangat direspon oleh Pemerintah Pusat,” jelasnya.

Diketahui ada beberapa nama perusahaan ternama memiliki peluang untuk mengelola jalan tol tersebut, antara lain Jasa Marga, PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) dan Waskita Karya. Tetapi, semua itu, tergantung keputusan Pemerintah Pusat melalui BPJT.(jay/hmsprov) 

Berita Terkait
Government Public Relation