Lestarikan Seni Budaya Bangsa

ISBI di Tenggarong akan Jadi Kebanggaan

TENGGARONG - Pergelaran Erau Adat Pelas Benua dan International Folklore and Art Festival (EIFAF) 2013 di Tenggarong-Kutai Kartanegara tidak saja dimaksudkan sebagai sebuah ungkapan rasa syukur masyarakat Kutai, tetapi berdimensi sangat luas dalam upaya pelestarian adat istiadat dan seni budaya Kutai.  
"Saat mendirikan Tiang Ayu di Keraton tadi, Sultan Kutai berpesan agar pelaksanaan Erau Adat Pelas Benua ini dapat terus dilestarikan, sehingga menjadi kewajiban bagi seluruh pemangku kepentingan baik di sektor pemerintahan, swasta maupun masyarakat agar turut serta menjaga dan memelihara seni budaya Kutai," ujar Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek pada pembukaan Erau Adat Pelas Benua dan International Folklore and Art Festival 2013, di Stadion Rondong Demang, Tenggarong, Ahad (30/6).  
Awang Faroek mengungkapkan kegembiraannya karena dari tahun ke tahun pelaksanaan Erau terus mendapat perhatian baik secara nasional maupun internasional. Seperti pelaksanaan EIFAF 2013 yang diikuti kelompok seni dan budaya dari sembilan negara, yaitu Taiwan, Thailand, Yunani, Perancis, Mesir, Rep Czech, Togo, Korea Selatan dan Belgia.  
Hal ini, lanjut dia, menunjukkan pariwisata Kukar berkeinginan untuk go international. Selain itu, di era globalisasi ini bangsa Indonesia tidak bisa menutup diri dengan pergaulan budaya antarbangsa. Dan sebagai bangsa yang kaya akan budaya, sepatutnya tidak perlu khawatir terhadap seni budaya asing. Tinggal bagaimana penilaian dan pemahaman yang baik terhadap seni budaya asing.  
"Dalam konteks ini, Erau memiliki peran yang sangat penting dalam menyatukan dan melestarikan seni budaya Indonesia, termasuk bagaimana kita saling bertukar seni dan budaya dengan bangsa asing," ungkapnya.  
Terkait dengan pelestarian seni dan budaya Kutai dan Kaltim serta Indonesia pada umumnya, Awang Faroek menyebut hal itu juga yang melatarbelakangi pendirian Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) di Tenggarong. Dengan enam program studi dibidang seni dan budaya, ISBI diperuntukkan bagi putra-putri Indonesia secara nasional yang kedepannya ikut berperan dalam pelestarian seni dan budaya Indonesia.  
"Dalam satu atau dua tahun ke depan ISBI akan menjadi kebanggaan Kukar. Ditunjuknya Tenggarong sebagai tempat dibangunnya ISBI karena Kukar merupakan salah satu destinasi wisata di Kaltim yang memiliki potensi objek wisata yang luar biasa. Selain itu Kukar juga memiliki potensi seni dan budaya yang beragam. Khusus untuk putra-putri Kukar dan Kaltim akan mendapatkan beasiswa khusus di ISBI. Jadi mari kita bersama-sama melestarikan seni dan budaya Indonesia," ajaknya.  
Turut hadir pada pembukan EIFAF 2013 diantaranya Dirjen Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Esthy Reko Astuti, Wakil Duta Besar Mesir untuk Indonesia, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Dicky Wainal Usman, Kapolda Kaltim Brigjen Polisi Dicky Atotoy, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Gadang Pambudi dan Pjs Ketua DPRD Kaltim H Syahrun, serta Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. (her/hmsprov)

//Foto: GO INTERNASIONAL. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek menyalakan api menandai pembukaan Erau Adat Pelas Benua dan International Folklore and Art Festival 2013. (johan/humasprov kaltim).


 

Berita Terkait