Lindungi Anak dengan Teladan yang Baik

Peringatan Hari Anak 2014 di Dinas Sosial Kaltim

SAMARINDA-Masa depan negara ini akan sangat bergantung pada kesiapan anak. Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab pemerintah dan para orang tua untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perlindungan dan tumbuh kembang anak.

Lingkungan kondusif bagi tumbuh kembang dan perlindungan anak tersebut, bisa diciptakan jika para orang tua  mampu melaksanakan peran dan fungsi mereka sebagai orang tua secara tepat dan benar.

"Perlindungan untuk menciptakan karakter anak yang berkualitas di masa depan itu akan sangat ditentukan oleh situasi lingkungan yang ada di sekitar kita. Bukan hanya berdasarkan apa yang kita katakan atau program-program tertulis pemerintah. Artinya, teladan yang baik dari para orang tua itulah yang akan menjadi contoh bagi anak," kata Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemprov Kaltim pada Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2014 mengangkat tema "Ciptakan Lingkungan Kondusif Untuk Perlindungan dan Tumbuh Kembang Anak" di halaman Kantor Dinas Sosial Kaltim, Jumat (15/8).

Bere Ali menjelaskan, bagi anak-anak yang masih memiliki keluarga dan orang tua maka tanggung jawab utama perlindungan itu berada di pundak para orang tua dan keluarga. Namun bagi anak-anak yang tidak lagi memiliki orang tua dan tinggal di panti-panti asuhan, maka tanggung jawab pembinaan dengan peran penting sebagai orang tua itu menjadi beban para pembina panti.

Fungsi-fungsi yang harus dilaksanakan dan menjadi hak setiap anak diantaranya adalah fungsi pendidikan, keagamaan, sosial, disiplin, ekonomi, kepatuhan hukum dan fungsi reproduksi. Menurut Bere, setiap orang tua harus memberi contoh dan panutan serta pengetahuan yang baik tentang fungsi-fungsi tersebut kepada anak.

Pemprov Kaltim sendiri lanjut Bere Ali telah dan akan terus memberikan perhatian yang besar terhadap program-program perlindungan dan pembinaan anak. Selain melalui program terarah di masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait, Bere juga menyebutkan bahwa secara pribadi Gubernur Awang Faroek Ishak terus mengarahkan agar para pegawai dan masyarakat yang memiliki kemampuan mendukung semangat "no day, without solidarity".

"Gubernur mengimbau kita untuk lebih memiliki kepedulian terhadap sesama, termasuk perhatian kepada anak-anak, tidak terkecuali kepada anak-anak yang berada di dalam panti asuhan," kata Bere Ali.

Dia pun memberi motivasi kepada anak-anak untuk memiliki keyakinan menjadi generasi yang kreatif dan berdisiplin. "Kalian harus memiliki keyakinan dan mau berusaha keras. Anak-anak berprestasi itu tidak harus berasal dari keluarga kaya. Siapapun bisa menjadi generasi berprestasi, asalkan kalian mau belajar dan berusaha keras," pesan mantan Kepala Dinas Sosial Kaltim itu.

Sebelumnya, ketua panitia peringatan tersebut, Dra Mariatin Hariningsih yang juga Sekretaris Dinas Sosial Kaltim menguraikan tahun ini Pemprov Kaltim melalui Dinas Sosial Kaltim menyerahkan bantuan paket peralatan sekolah kepada 100 anak di Yayasan Bina Insan Mandiri dan Lembaga Pemasyarakatan Samarinda. Menyerahkan bantuan uang sebesar Rp500.000 per anak dari korban kekerasan, eksploitasi dan korban seksual. Memberikan bantuan kepada 15 anak di dalam panti dan di luar panti yang berprestasi tingkat SD, SMP dan SMA masing-masing Rp1 juta.

Tahun ini pemerintah pun telah mengalokasikan Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) untuk 286 anak terdiri dari cluster anak jalanan, anak terlantar, anak cacat, anak balita terlantar, anak berhadapan dengan hukum dan anak membutuhkan perlindungan khusus.

"Memeriahkan perayaan hari ini anak tahun ini, kami juga menggelar lomba baca puisi dan menggambar untuk tingkat SD dan SMP," ujar Mariyatin Hariningsih. (sul/hmsprov)

Berita Terkait