Listrik Diperlukan untuk Dukung Industri di Kaltim

 

SAMARINDA - Provinsi Kaltim memiliki potensi sumber daya yang besar, mulai dari pertambangan dan mineral dan batu bara (Minerba), kelapa sawit hingga sektor perikanan. Dari berbagai sektor tersebut Kaltim sudah memiliki berbagai kawasan yang dapat mendukung perkembangan industri.

Tetapi, untuk mendukung perkembangan industri tersebut, diperlukan adanya pasokan pembangkit listrik yang cukup, sehingga pembangunan industri di daerah ini semakin baik. Selain adanya dukungan integrasi antara Pemprov Kaltim dengan pemerintah kabupaten/kota serta pemerintah pusat.

“Kita sudah punya berbagai industri. Contoh, di sektor perikanan. Bahkan, saat ini sektor perikanan sudah ekspor. Sedangkan untuk industri hilirisasinya berbentuk pangan. Untuk mendukung berbagai industri ini kita harapkan dukungan pasokan listrik dari swasta maupun PLN,” kata Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi, Selasa (14/2).

Karena itu, untuk mendukung pembangunan listrik di daerah, diperlukan adanya partisipasi berbagai pihak, khususnya perusahaan dan PLN. Bahkan, saat ini kawasan industri yang telah banyak terlihat pemanfaatannya adalah kawasan industri Kariangau Balikpapan.

Di mana, Kawasan Industri Kariangau hingga saat ini terus menunjukkan pergerakan yang signifikan, setelah direlokasinya pelabuhan peti kemas dari Pelabuhan Semayang ke Kariangau. Karena itu, hingga saat ini banyak cargo yang sudah keluar masuk di kawasan industri tersebut.

“Selain listrik tentu dukungan infrastruktur jalan juga diperlukan, sehingga dengan dua permasalahan ini dapat diselesaikan, maka pembangunan industri di Kaltim dapat mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi rakyat,” jelasnya.

Apalagi, lanjut Rusmadi untuk pembangunan infrastruktur jalan tol dan Jembatan Pulau Balang dapat selesai akhir 2018, maka secara otomatis akses transportasi menuju Kawasan Industri Kariangau Balikpapan dapat terhubung dengan baik. (jay/sul/humasprov)    

Berita Terkait
Government Public Relation