Lomba B2SA Tingkat Provinsi Awal September

Lomba B2SA Tingkat Provinsi Awal September

 

SAMARINDA – Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Kaltim bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) pada awal September ini kembali menggelar lomba cipta menu beragam, bergizi seimbang dan aman (B2SA) tingkat provinsi.

Menurut Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan BKPP Kaltim Erwin Dharmawan, lomba ini digelar guna meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap pentingnya konsumsi pangan sesuai menu B2SA.

“Lomba rutin setiap tahun ini dilakukan untuk mendorong sekaligus meningkatkan kreativitas masyarakat khususnya anggota PKK di daerah untuk mengembangkan atau menciptakan menu B2SA berbasis sumber daya lokal,” ujar Erwin Dharmawan.

Selain itu, lomba cipta menu berbasis pangan lokal ini guna membangun budaya keluarga untuk mengonsumsi aneka ragam jenis pangan dengan porsi yang seimbang. “Kali ini setiap peserta lomba wajib menyusun menu untuk satu keluarga,” jelas Erwin.

Kategori menu yang disusun untuk tiga hari bagi satu keluarga terdiri ayah usia 42 tahun, ibu (39 tahun) serta anak perempuan (14 tahun) dan laki-laki (10 tahun) yang disajikan dalam bentuk prasmanan meliputi sarapan, makan siang dan makan malam tanpa makanan selingan.

Perlu diperhatikan bagi setiap peserta ujar Erwin, bahan pangan yang digunakan untuk menyusun B2SA adalah bahan pangan yang mudah didapat (tidak langka) namun tersedia setiap waktu, harga terjangkau dan biasa dikonsumsi masyarakat setempat.

“Bahan pangan lokal sumber karbohidrat yang digunakan untuk cipta menu bukan beras dan terigu maupun olahannya. Sedangkan sumber protein serta vitamin dan mineral seluruhnya menggunakan bahan pangan lokal,” jelas Erwin.

Erwin menyebutkan lomba cipta menu B2SA akan diikuti sembilan kabupaten dan kota se-Kaltim tanpa Mahulu karena hanya sebagai peserta peninjau. Kabupaten dan kota tahun ini tidak menjadi peserta karena mereka Kaltara sudah menggelar acara serupa untuk tingkat provinsi.

“Lomba rencananya Agustus ini namun Kutai Timur dan Kutai Kartanegara  menyelenggarakan lomba tingkat kabupaten pada akhir Agustus, sehingga acara ini harus ditunda hingga pekan pertama September. Sembilan daerah akan hadir, kecuali Mahulu,” ungkap Erwin Dharmawan. (yans/sul/hmsprov)   

Berita Terkait
Government Public Relation