Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi, Masuk Tahapan Tiga Besar

M Jauhar Efendi

SAMARINDA- Setelah melalui beberapa tahapan, Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Kaltim Tahun 2018 yang dikuti perwakilan dari 10 kabupaten/kota yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim kini memasuki tahapan tiga besar. 

Desa dan kelurahan yang masuk tiga besar, yaitu untuk desa, pertama Kampung Juaq Asa Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat. Kedua Kampung Maluang Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau dan ketiga Desa Sidorejo Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU. Kelurahan, pertama Kelurahan Belimbing Kecamatan Bontang Barat, Kota Bontang. Kedua, Kelurahan Sepinggan Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan dan ketiga Kelurahan Tanjung Redeb Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau.

"Keputusan tersebut sesuai hasil rapat tim penilai provinsi pada 13 Juli 2018. Sehingga ada tiga besar peserta yang terpilih untuk tahapan selanjutnya, guna memilih siapa juara pertama lomba desa dan kelurahan tingkat Provinsi Kaltim 2018," kata Kepala DPMPD Kaltim M Jauhar Efendi di Kantor DPMPD Kaltim, Kamis (19/7).

Jauhar mengatakan, setelah ditetapkan tiga besar yang terpilih. Selanjutnya, peserta akan mengikuti tahapan untuk pemilihan juara pertama yang dilaksanakan 24 Juli 2018 untuk desa dan 25 Juli 2018 kategori kelurahan. 

Dari tiga peserta, diharapkan bisa mempersentasikan bagaimana perkembangan pembangunan desa dan kelurahan yang mereka pimpin. Termasuk bagaimana pertumbuhan ekonomi kreatif yang dibangun di wilayah masing-masing peserta. Persentasi dilaksanakan di Kantor DPMPD Kaltim, Jalan MT Haryono Samarinda.

"Peserta diharapkan bisa didampingi perwakilan PKK Desa maupun Kecamatan, lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM) desa dan kecamatan, termasuk jajaran kecamatan serta OPD DPMPD Kabupaten/Kota," jelasnya.

Selain itu, sesuai aturan Kemendagri lomba tahun ini tidak dipersiapkan untuk lomba tingkat nasional. Karena, mengingatkan adanya tahun politik atau Pilkada serentak, sehingga ditiadakan.

Meski demikian, persentasi nanti akan dihadiri dan disaksikan tim dari nasional atau Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

"Tim dari pusat hanya melihat saja bagaimana proses pelaksanaan lomba desa dan kelurahan di Kaltim. Yang jelas, semangat peserta sangat luar biasa mengikuti lomba ini," jelasnya.

Selanjutnya, meski tidak ada lomba desa dan kelurahan tingkat nasional, tetapi mereka yang juara pertama akan direkomendasikan untuk turut serta mengikuti Pekan Inovasi Nasional dan gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional di Bali, Oktober 2018.

Jauhar berharap melalui lomba ini akan menumbuhkan semangat pemerintah desa dan kelurahan untuk berinovasi dan membangun lebih baik daerah yang mereka pimpin.

"Peserta yang akan diikutkan pada pekan inovasi nasional dan Gelar TTG Nasional nanti, mereka menggunakan biaya sendiri. Diharapkan, ketika mengikuti kegiatan tersebut mereka mampu menampilkan karya dan unggulan yang sudah dikembangan di desa atau kelurahan. Sehingga bisa menarik pihak investor maupun masyarakat se Indonesia untuk berkunjung ke daerah tersebut," jelasnya.(jay/sul/ri/humasprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation