Lulus Diklat Harus Bisa Berlari Cepat

Lulus Diklat Harus Bisa Berlari Cepat

 

SAMARINDA-Pendidikan dan pelatihan kepemimpinan (Diklat PIM) dilaksanakan pemerintah sangat diharapkan dapat melahirkan aparatur pemerintah yang mampu berlari kencang dalam pelaksanaan kerja di masing-masing instansi. Setiap peserta diklat ini pun diharapkan mampu menjadi agen perubahan.

Setiap peserta diklat, harus mampu memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, sebab tidak semua pegawai yang terpilih untuk mengikuti diklat tersebut. Peserta yang mengikuti merupakan pegawai pilihan dari pimpinan masing-masing.

“Karena setiap instansi pemerintahan itu harus ada pengkaderan, maka peserta yang mengikuti diklat ini diharapkan harus siap meneruskan estafet kepemimpinan di masa mendatang,” kata Asisten Bidang Administrasi Umum Setprov Kaltim Dr Meiliana usai pembukaan Diklat PIM III Angkatan II yang dilaksanakan di Kantor Pusat Kajian dan Pendidikan Pelatihan Aparatur III Lembaga Administrasi Negara (PKP2A III LAN) Samarinda, Selasa (24/2).

Menurut Meiliana, diklat saat ini dilakukan dengan model baru, yakni lebih banyak dilaksanakan di lapangan atau di instansi masing-masing. Dengan model baru ini, peserta akan dipantau dan diawasi pimpinan masing-masing yang sekaligus berperan sebagai mentor.

Karena itu, ketika turun ke lapangan, peserta diharapkan lebih banyak berkoordinasi dengan pimpinan masing-masing. Sebab, lulus atau tidaknya peserta juga menjadi tanggungjawab mentor dalam memberikan penilaian.

“Makanya model baru ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para pegawai yang diharapkan dapat melanjutkan estafet kepemimpinan yang mampu membawa perubahan atau sistem kinerja yang lebih baik di instansi masing-masing,” jelasnya.

Selain itu, dalam mengikuti pendidikan dan pelatihan di Kampus PKP2A III LAN Samarinda peserta akan diberikan pelayanan yang sangat baik. Karena, sarana dan prasarana di kampus tersebut sangat lengkap, termasuk tersedia ruang perpustakaan.

“Asrama sangat memadai dan yang terpenting adalah peserta harus prima dengan selalu menjaga kesehatan. Karena itu, setiap minggu peserta wajib mengikuti senam yang dipandu instruktur profesional,” jelasnya.

Bukan hanya itu, ketika lulus dari diklat peserta diharapkan dapat memiliki inovasi baru bagi kemajuan instansi masing-masing, sehingga organisasi di instansi tersebut dapat berjalan baik. “Saya yakin, jika ada kemauan seluruh peserta pasti bisa. Hal ini telah saya laksanakan di lingkungan Setdaprov Kaltim,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi PKP2A III LAN Samarinda Husein mengatakan pengembangan SDM aparatur merupakan suatu upaya untuk menjawab perkembangan global yang menuntut kompetensi yang tinggi di segala bidang.

“Karena itu, kemampuan suatu organisasi pemerintahan agar bisa eksis dalam peran dan fungsinya sangat dipengaruhi oleh keunggulan SDM aparaturnya. Karena itu, wajib masing-masing pemerintahan untuk meningkatkan kompetensi SDM melalui pendidikan dan pelatihan,” jelasnya.

Peserta yang mengikuti diklat ini sebanyak 37 peserta yang terdiri dari Pemprov Kaltara sebanyak 14 orang, Pemkot Bontang 13 orang, Pemkab Paser 5 orang, Pemkot Balikpapan 5 orang dan Pemkab PPU 1 orang. (jay/sul/hmsprov)

 

/////Foto : Asisten Administrasi Umum Meiliana bersama peserta Diklat PIM III Angkatan II. Lulus diklat, semua peserta diminta harus mampu berlari kencang dalam kerja-kerja instansi. (jaya/humasprov)

 

Berita Terkait