Lulus Diklat Harus Bisa Jadi Pemimpin Perubahan

Pembukaan Diklat PIM III Angkatan IV

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menaruh harapan besar kepada peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kepemimpinan (PIM) III angkatan IV di lingkungan Pemprov Kaltim. Ketika lulus Diklat bisa menjadi pemimpin perubahan, terutama dalam instansi tempat bekerja masing-masing.

Dengan pola baru dalam Diklat PIM di Indonesia, setiap peserta dituntut membuat perencanaan atau program baru yang berasal dari pemikiran sendiri. “Karena itu, diharapkan setelah lulus dari Diklat ini, mereka bisa menjadi pemimpin perubahan di instansi masing-masing,” kata Asisten Bidang Administrasi Umum Pemprov Kaltim Dr Meiliana mewakili Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak usai membuka Diklat PIM III angkatan IV di Bandiklat Kaltim Samarinda Seberang, Selasa (19/8).

Dia mencontohkan, terkait soal perubahan sistem pengelolaan arsip. Memang kecil saja yang dibutuhkan, tetapi cukup merepotkan. Karena untuk mencari bukti arsip tidak mudah.

Bahkan melalui Diklat, diharapkan pola pikir peserta juga berubah. Karena Diklat pola baru, seluruh peserta tidak bisa membuat makalah dengan menjiplak, karena makalah yang dibuat harus sesuai dengan observasi yang dilakukan peserta di kantor masing-masing.

Karena itu, diharapkan melalui Diklat tersebut peserta dapat membawa perubahan kinerja di instansi masing-masing. “Memang ini butuh proses lama. Tetapi kami yakin melalui pola baru ini lebih efektif dilaksanakan,” jelasnya.

Kepala Bandiklat Kaltim Syafruddin Pernyata mengatakan untuk mewujudkan peningkatan kualitas SDM di Kaltim, perlu Diklat. Karena, dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab kerja perlu keahlian dari masing-masing pegawai.

“Karena tujuan Diklat ini adalah mencari pemimpin yang mampu membawa perubahan di instansi mereka maupun daerah. Perlu adanya sikap yang dilakukan. Karena itu, dengan pola baru ini, diharapkan ada percepatan peningkatan kualitas SDM dalam pemerintahan. Karena itu, salah satu tugas dalam Diklat ini, peserta harus membuat proyek perubahan dalam instansi masing-masing,” jelasnya.

Diklat dilaksanakan 93 hari sejak 19 Agustus 2014 dengan jumlah peserta 30 orang, yang terdiri dari 14 orang  daeri lingkungan Pemprov Kaltim, 10 orang dari Kabupaten Mahakam Ulu dan Kutai Timur 6 orang.(jay/es/hmsprov).

///FOTO : Asisten Administrasi dan Umum Setdaprov Kaltim Meiliana didampingi Kepala Badan Diklat Kaltim Syafruddin Pernyata mengalungkan tanda peserta diklat.(masdiansyah/humasprov)

 

Berita Terkait
Government Public Relation