Mahasiswa Berperan Kampanyekan Keselamatan Berlalu Lintas

SAMARINDA - Mahasiswa sebagai generasi penerus estafet pembangunan  bangsa diharapkan bisa berperan aktif membantu pemerintah mengampanyekan pentingnya keselamatan berlalu lintas.

Demikian disampaikan Asisten Administrasi Umum Setprov Kaltim Dr Meiliana saat membuka  dialog publik kampanye keselamatan berlalu lintas yang dilaksanakan di Kampus Politekhnik Samarinda Seberang, Senin (21/9). 

Meiliana mengatakan, organisasi kesehatan dunia (WHO) memperkirakan pada 2020 penyebab terbesar  ketiga kematian adalah kecelakaan di jalan raya, dibawah penyakit jantung dan depresi. Hingga awal tahun 2014 lalu, Indonesia menjadi negera kelima dengan jumlah kematian akibat kecelakaan terbanyak di dunia.

"Sementera data Korlantas Polri, setiap hari 80 hingga 90 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas," katanya. 

Di Kaltim,  lanjut Meiliana hingga triwulan partama 2015, sedikitnya ada 76 korban meninggal dunia dari  247 kasus kecelakaan lalu lintas. Karena itu, dipilihnya mahasiswa sebagai peserta dialog publik ini sangat tepat.

"Mengingat dari data kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama ini, hampir 57 persen kecelakaan lalu lintas adalah usia  antara 15 hingga 39  tahun yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar," kata Meiliana.  

Menurut dia, persoalan berlalu lintas juga sangat terkait dengan para pengendara, karena itu kepada Organda Kaltim juga perlu dalam upaya menyadarkan  kepada setiap sopir angkutan untuk senantiasa berhati-hati dengan menggunakan kendaraan laik jalan.

Setiap pengemudi harus memenuhi perlengkapan kendaraan, serta mematuhi peraturan berlalu lintas dan menghormati para pengendara maupun pemakai jalan kaki.      

Ditambahkan, melalui dialog publik ini, nantinya bisa memberikan gagasan dan pemikiran dalam upaya mencari solusi dan langkah-langkah strategis, sehingga muncul satu sinergi yang konstruktif dengan semua komponen baik pemerintah maupun masyarakat dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas.

"Dengan dialog ini, diharapkan  masukan dan gagasan dari nara sumber dalam upaya mewujudkan keamanan serta keselamatan berlalu lintas, khususnya para mahasiswa bisa memahami pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas," tegas Meiliana. (mar/sul/es/adv).

Berita Terkait