Maksimalkan Peran dan Partisipasi Dalam Pembangunan Kaltim

 Musda III Idaroh Wustho Jatman Kaltim

 

SAMARINDA – Salah satu agenda program pembangunan Pemprov Kaltim  adalah berupaya menciptakan Kaltim yang aman, demokratis dan damai didukung pemerintahan yang bersih dan berwibawa, selain berupaya mewujudkan ekonomi daerah yang berdaya saing dan pro rakyat, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kesejahteraan rakyat.

Hal itu dikatakan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dalam sambutan tertulis yang disampaikan Asisten Kesejahteraan Rakyat Setprov Kaltim H Bere Ali saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) III Idaroh Wustho Jam’iyyah Ahlith Tha-riqoh Al Mu’tabaroh An Nadliyyah (Jatman) Kaltim, di ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Minggu malam (27/10).

“Saya menganggap eksistensi Idharoh Wustho Jatman Kaltim ini sangat penting dan perlu terus dipertahankan agar dapat berperan secara maksimal pada pembinaan umat maupun partisipasinya terhadap pembangunan pada umumnya,” ujarnya.

Kepada seluruh pengurus dan anggota Idharoh Wustho Jatman se Kaltim, gubernur mengimbau agar dapat menghidupkan organisasi dengan berbagai program dan kegiatan sesuai dengan visi dan misi yang diemban jamaah thariqoh.

Kemudian, kepada para masyayekh, para habaib, para sholihin, mukhlisin dan lainnya, agar dapat menghasilkan pemikiran-pemikiran dan konsep yang cemerlang dan strategis untuk kemajuan organiasi, maupun yang dapat disumbangkan untuk kemaslahatan orang banyak serta untuk pembangunan Kaltim pada umumnya.

“Idaroh Wustho Jatman Kaltim adalah asset masyarakat dan bangsa, utamanya dalam upaya membina jamaah thariqoh untuk dapat lebih meningkatkan iman dan ketaqwaannya kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Mencapai akhlaqul karimah, baik akhlak kepada Tuhan maupun kepada sesama manusia melalui sistem pendekatan diri, zikrullah,” jelasnya.

Selanjutnya, kepada para pengurus gubernur juga tidak lupa berpesan agar dapat mensosialisasikan beberapa prinsip organisasi kepada masyarakat. Terutama di saat ini, dimana masyarakat tengah bergerak dinamis mencari pola kehidupan yang lebih baik, sehingga terciptalah masyarakat yang dicita-citakan, yaitu masyarakat yang sejahtera, aman, tenteram dan kondusif.

“Marilah kita senantiasa menjalin persatuan dan menjadi satu kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan warga besar masyarakat Kaltim pada umumnya,” harapnya.

Musda III Idaroh Wustho Jatman Kaltim kali ini mengangkat tema ”Merajut kebersamaan dalam thariqoh, solusi ketenteraman jiwa dalam kehidupan”. Bertujuan untuk konsolidasi jam’iyyah dalam upaya partisipasi aktif jamaah thariqoh di semua tingkatan dalam mempertahankan aqidah Islam Ahli Sunnah Wal Jamaah dalam khasanah NKRI. (her/hmsprov)

Berita Terkait